Rekonstruksi Epistemologi Islam: Menyatukan Wahyu dan Rasionalitas dalam Sains Moderen

Authors

  • Darmawati STAI Ibnu Sina Batam, IAI Ar-Risalah INHIL Riau, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri
  • Said Maskur STAI Ibnu Sina Batam, IAI Ar-Risalah INHIL Riau, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri
  • Muhammad Faisal STAI Ibnu Sina Batam, IAI Ar-Risalah INHIL Riau, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri

DOI:

https://doi.org/10.61104/qb.v3i1.1210

Keywords:

Epistemologi Islam, Wahyu, Rasionalitas, Sains Moderen, Integrasi Keilmuan

Abstract

Dikotomi antara wahyu dan rasionalitas dalam tradisi keilmuan Barat telah mengakar kuat dan menghasilkan fragmentasi epistemologis yang menghambat perkembangan sains Islam kontemporer. Artikel ini menganalisis rekonstruksi epistemologi Islam yang menyatukan wahyu dan rasionalitas dalam sains moderen melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka analisis lima dimensi, yakni ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-strategis, dan teleologis-transformatif. Melalui proses empat fase transformasi, yaitu identifikasi dikotomi wahyu-rasionalitas, rekonstruksi epistemologi integratif, implementasi kurikulum integratif-interkonektif, dan resiliensi epistemologis Islam, penelitian ini memetakan trajektori reunifikasi pengetahuan dalam tradisi Islam. Studi kasus terhadap UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Alauddin Makassar mengungkap model integrasi yang beragam namun saling melengkapi. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama, meliputi sinkretisme epistemologis, reduksionisme integratif, resistensi ortodoks, dan subordinasi wahyu terhadap rasionalitas, yang mengancam keberlangsungan rekonstruksi tersebut. Temuan menunjukkan bahwa rekonstruksi epistemologi Islam memerlukan keseimbangan dialektis antara wahyu sebagai sumber pengetahuan transendental dan rasionalitas sebagai instrumen pemahaman empiris, di mana integrasi bukan berarti peleburan melainkan dialog kreatif yang mempertahankan otonomi dan integritas masing-masing sumber pengetahuan.

References

Abdullah, M. A. (2006). Islamic studies di perguruan tinggi: Pendekatan integratif-interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Faruqi, I. R. (1982). Islamization of knowledge: General principles and work plan. Virginia: International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Amin, M., Alfiyah, H. Y., & Sasmita, F. E. (2026). Paradigma integratif-holistik sebagai model transdisipliner pendidikan Islam abad ke-21: Kritik atas keterbatasan Islamisasi pengetahuan. Jurnal Al-Muta'aliyah.

Ayathurrahman, H., & Shodiq, S. F. (2023). Integrasi ilmu agama-sains Badiuzzaman Said Nursi dan relevansinya dengan pendidikan agama Islam era digital di Indonesia. Bulletin of Indonesian Islamic Studies.

Bakar, O. (1999). The history and philosophy of Islamic science. Cambridge: Islamic Texts Society.

Bakar, O. (2014). The integration of religious and scientific knowledge in Islamic civilization. Islam and Civilisational Renewal Journal.

Daud, W. M. N. W. (1998). The educational philosophy and practice of Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Islam and Science Journal.

Hanifah, U. (2018). Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer (Konsep integrasi keilmuan di universitas-universitas Islam Indonesia). TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 273-294.

Harahap, F. D. S., Arbi, A., & Yusrianto, E. (2025). Integrasi sains dan Islam dalam pendidikan Islam: Model, tantangan, dan implementasi di madrasah dan pesantren. Kutubkhanah.

Hassan, M. K. (2010). A return to the Qur'anic paradigm of development and integrated knowledge. Intellectual Discourse, 18(2), 183-210.

Jamaluddin, M., Hasib, K., & Wahyudi, A. (2025). Islamisasi dan integrasi ilmu pengetahuan dalam perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.

Jamil, S., Dewi, E., & Toedien, F. A. (2025). Integrasi agama dan sains dalam perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas serta relevansinya bagi pengembangan pendidikan agama Islam di era modern. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam.

Kartanegara, M. (2005). Integrasi ilmu: Sebuah rekonstruksi holistik. Bandung: Mizan.

Mahfuzah, G. S., & Sabda, S. (2026). Integrasi Islam dan sains dalam pendidikan kontemporer. Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam.

Marzuki, M., Ghifari, A., & Dirman, D. (2023). Relasi antar disiplin ilmu: Paradigma integrasi dan interkoneksi (Transdisiplinaritas) ilmu pengetahuan dengan pendidikan Islam. Al-Ta'dib, 16(2).

Mohd Yusof Othman. (2015). Islamic science, knowledge integration and contemporary challenges. Journal of Islamic Thought and Civilization.

Nasr, S. H. (1996). Religion and the order of nature. Oxford: Oxford University Press.

Nasr, S. H. (2006). Islamic science: An illustrated study. Chicago: Kazi Publications.

Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Sahin, A. (2018). Critical issues in Islamic education studies: Rethinking Islamic and Western liberal secular values of education. Religions, 9(11), 335.

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Darmawati, Said Maskur, & Muhammad Faisal. (2026). Rekonstruksi Epistemologi Islam: Menyatukan Wahyu dan Rasionalitas dalam Sains Moderen. QOUBA : Jurnal Pendidikan, 3(1), 538–352. https://doi.org/10.61104/qb.v3i1.1210

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>