Historical Research Masuknya Islam di Barus
DOI:
https://doi.org/10.61104/qd.v2i1.962Keywords:
Barus, Islamisasi, sejarah Islam, penyebaran Islam, warisan budayaAbstract
Barus dikenal sebagai salah satu wilayah penting dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara karena letaknya yang strategis sebagai pusat perdagangan internasional pada masa lampau. Keberadaan berbagai peninggalan sejarah Islam di wilayah ini menunjukkan bahwa Barus memiliki peran yang signifikan dalam proses Islamisasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah masuknya Islam di Barus, mengidentifikasi tokoh-tokoh yang berperan dalam penyebarannya, mengkaji bukti-bukti sejarah yang mendukung keberadaan Islam, serta menjelaskan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah (historical research) dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, telaah hasil penelitian terdahulu, dan analisis data arkeologis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Barus berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan, interaksi sosial, dan aktivitas dakwah para pedagang Muslim serta ulama. Tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangan Islam di Barus antara lain Syekh Rukunuddin, Syekh Mahmud, Syekh Ibrahim, Hamzah Fansuri, dan Syekh Zainal Abidin. Bukti keberadaan Islam diperkuat oleh peninggalan makam kuno seperti Makam Mahligai, Papan Tinggi, dan Tuan Makhdum yang memiliki inskripsi beraksara Arab. Masuknya Islam memberikan pengaruh yang luas terhadap aspek keagamaan, sosial, budaya, pendidikan, dan ekonomi masyarakat Barus. Dengan demikian, Barus memiliki kedudukan penting sebagai salah satu pusat awal perkembangan Islam di Indonesia serta menjadi bagian penting dari warisan sejarah Islam Nusantara.
References
Aldin Syah, Muhammad, Radhiatul Hasnah, and Uin Imam Bonjol Padang. “Sejarah Islamisasi Barus Sebagai Lokasi Penyebaran Islam Di Indonesia.” Jurnal Pendidikan Tambusai 8, no. 3 (2024): 48418–24. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/23314.
Alhammam, Ahmad Affan. “Barus Tapanuli Tengah As Islam’S Zero Point in Indonesia.” Proceeding International Seminar on Islamic Studies 6, no. 1 (2025): 716–25.
Azima, Nurul Hidayah, Mia May Sarah, Selfia Diva Ariwana, and Sukma Erni. “PERANAN POHON BARUS DALAM SEJARAH PERDAGANGAN ISLAM.” Jurnal Studi Multidisipliner 9, no. 5 (2025): 334–39.
Dr. H. Bahrum Saleh, MA. BARUS SEBAGAI TITIK NOL PERADABAN ISLAM DI NUSANTARA. Edited by MA. Dr. Anwarsyah Nur, Muhammad Yunus Nasution, and Aulia. medan: PERDANA PUBLISHING, n.d.
Harahap, Nurhanipah, Nurhasanah Harahap, Sekolah Tinggi, Agama Islam, Universitas Islam, and Negeri Sumatera. “DAKWAH ISLAM DAN DINAMIKA IDENTITAS SOSIAL MASYARAKAT PESISIR SUMATERA UTARA,” 2025, 63–76.
Putri, Silma Aisya, Nursofi Ummama, M Nazar Simamora, Riri Lovita, Universitas Islam, Negeri Sultan, Syarif Kasim, Universitas Bung, and Hatta Padang. “MENELUSURI MAKAM PAPAN TINGGI SEBAGAI TANDA” 04, no. 01 (2025): 63–85.
Rahmi, Hanifah, Nurul Fadilla, Elda Febrianti, and Ellya Roza. “Jejak Makam Syekh Mahmud Di Komplek Papan Tinggi Sebagai Pusat Sejarah Di Tapanuli Selatan.” Society 16, no. 2 (2025): 31–37. https://doi.org/10.20414/society.v16i2.13505.
Syah, Muhammad Aldin, Erman, and Radhiatul Hasnah. “Sejarah Islamisasi Barus Sebagai Lokasi Penyebaran Islam Di Indonesia.” Jurnal Pendidikan Tambusai 8, no. 2017 (2024): 48418–24.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Murni Ati, Nur Atikah Dalimunthe, Syafnan Lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






