Sejarah Lembaga Pendidikan Islam Dayah

Authors

  • Aisyah Nurul Azkia Efendi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Zuhairansyah Arifin Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.61104/qd.v2i1.954

Keywords:

Dayah, Pendidikan Islam, Aceh

Abstract

Dayah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Nusantara yang memainkan peran sentral dalam penyebaran Islam dan pembentukan peradaban masyarakat Muslim, khususnya di Aceh. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah dan perkembangan dayah dari masa awal kemunculannya hingga era modern, serta menelusuri perannya dalam pendidikan Islam dan kehidupan masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis data yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai referensi akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dayah berasal dari istilah Arab zawiyah yang berarti sudut masjid sebagai tempat pengajian, dan berkembang seiring masuknya Islam ke Aceh pada abad ke-7 Masehi. Dayah mencapai puncak kejayaannya pada masa Kesultanan Aceh Darussalam, khususnya di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda, ketika lembaga ini menjadi pusat keilmuan Islam yang berpengaruh. Pada masa kolonial Belanda, dayah berfungsi sebagai benteng identitas budaya-agama dan basis perlawanan terhadap penjajahan. Pasca kemerdekaan Indonesia, dayah mengalami pembaruan melalui sistem dayah terpadu yang memadukan kurikulum agama dan umum tanpa meninggalkan karakter keislamannya. Disimpulkan bahwa dayah telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa sepanjang sejarah, dan tetap relevan sebagai lembaga yang sekaligus menjaga nilai-nilai Islam dan merespons kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

References

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII Dan XVIII. Bandung: Mizan, 1994.

Ibrahim, Muhsinah. “Dayah, Mesjid, Meunasah sebagai Lembaga Pendidikan dan Lembaga Dakwah di Aceh.” Jurnal Al-Bayan 21, no. 30 (Juli–Desember 2014).

Lombard, Denys. Kerajaan Aceh: Jaman Sultan Iskandar Muda (1607–1636). Diterjemahkan oleh Winarsih Arifin. Jakarta: Balai Pustaka, 1991.

Mariyati, Zuhri Arif, dan Syah Wardi. “Perkembangan Dayah dalam Tradisi Masyarakat Aceh: Kontribusi Kualitas Pendidikan Masyarakat.” Jurnal Tahsinia 5, no. 5 (2024).

Marzuki. “Sejarah dan Perubahan Pesantren di Aceh.” Millah 11, no. 1 (Agustus 2011).

Muslim. “Pertumbuhan Insititusi Pendidikan Awal di Indonesia: Pesantren, Surau dan Dayah.” Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam 19.

Nurainia. “Sistem Pendidikan Dayah Tradisional di Aceh.” Jurnal Serambi Tarbawi 9, no. 1 (2021).

Raliby, Osman. “Atjeh, its History and Cultura1.” Sinar Darussalam No. 10. Banda Aceh.

Subakat, Rahayu. “Peranan Dayah dan Meunasah di Aceh dalam Membentuk Masyarakat Religius.” Jurnal As-Salam 1, no. 3 (2017).

Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Usman, A. Samad, dan Abd. Hadi. “Manajemen Lembaga Pendidikan Dayah.” Jurnal Intelektualita UIN Ar-Raniry 10, no. 2 (2021).

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Aisyah Nurul Azkia Efendi, & Zuhairansyah Arifin. (2026). Sejarah Lembaga Pendidikan Islam Dayah. QAYID : Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 463–473. https://doi.org/10.61104/qd.v2i1.954

Issue

Section

Articles