Sosiologi Maskulinitas Santri Remaja Dalam Program Smp Berbasis Pondok Pesantren

Studi Tentang Disiplin, Emosi, Dan Keteladanan Di Ponpes Nuururrohman Sirau, Kemrajen, Banyumas

Authors

  • Ibrahim Anwar Jawawi Universitas Islam Negeri Prof.K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Muh.Hanif Universitas Islam Negeri Prof.K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.61104/qd.v2i1.928

Keywords:

Maskulinitas,Santri, Remaja, SMP berbasis pondok pesantren, emosi, keteladanan

Abstract

Kehidupan remaja santri di SMP berbasis pesantren tidak hanya mengembangkan aspek akademis dan spiritual, tetapi juga mengukuhkan identitas sosial laki-laki melalui disiplin, pengendalian perasaan, dan perilaku teladan. Dalam pendidikan Islam, pembentukan maskulinitas religius sangat penting karena berkaitan dengan watak, tanggung jawab sosial, dan kualitas hidup santri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan disiplin, cara mengekspresikan emosi, dan sosok teladan laki-laki dalam pengembangan karakter maskulinitas religius santri remaja, dengan fokus pada pengalaman sosial sehari-hari di pesantren. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi sosial. Data dikumpulkan melalui pengamatan aktivitas harian, wawancara mendalam dengan santri dan pengasuh, serta dokumentasi program dan peraturan institusi. Analisis data dilakukan melalui pengkodean, penyajian data, dan verifikasi triangulatif. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa santri laki-laki dibentuk menjadi individu yang tangguh, mandiri, taat, dan bertanggung jawab melalui rutinitas asrama yang ketat. Pengasuh dan ustaz berperan penting sebagai figur teladan yang mencerminkan ketegasan, kesederhanaan, dan kedisiplinan. Selain itu, pengelolaan emosi santri distabilkan melalui regulasi lembaga, hukuman edukatif, ibadah, dan interaksi dengan senior guna membangun kontrol diri dan kematangan konflik. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi studi maskulinitas religius, serta dapat menjadi dasar pengembangan karakter dan penguatan sistem pendidikan di lembaga pesantren.

References

Dan, G., Pondok, D., & Menumbuhkembangkan, D. (2019). Kurikulum KMI di Gontor 9. 3.

Hatta, A., & Purnama, M. (2026). Menjaga Keseimbangan Emosional Santri : Tantangan Kesehatan Mental di Lingkungan Pondok Pesantren. 5(2), 2199–2211.

Kesuma, U. (2020). Internalisasi Pendidikan Islam dalam Pengendalian Emosi Marah. At-Ta’lim Media Informasi Pendidikan Islam, 19(1), 233–250. https://doi.org/10.29300/atmipi.v19.i1.3328

Lampung, U. I. A. (2026). Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum. 4958–4965.

Lestari, R. (2025). Maskulinitas dan Hubungan Interpersonal Perspektif Al-Qur’an. REVELATIA Jurnal Ilmu Al-Qur`an Dan Tafsir, 6(1), 1–

https://doi.org/10.19105/revelatia.v6i1.18646

Munirah. (2022). Faktor Pendukung Dan Penghambat Dalam Jasa Pendidikan Islam. AL-Ilmi Jurnal Kajian Islam & Pendidikan, Vol 2(No 2 Maret 2022), 63–70.

Nathasya, H. (2024). No TitleΕΛΕΝΗ. Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 5(1), 70–80.

Rahayu, T., & Bahri, H. (2025). Strategi Pembinaan Karakter Mandiri

dan Disiplin Santri di Pondok Pesantren. Indonesian Journal of Character Education Studies, 2(2), 83–92. https://doi.org/10.64420/ijces.v2i2.329

Rahmawati, L., Latif, M., & Rosadi, K. I. (2022). Management of Islamic Boarding School Education in Instilling The Character of Santri. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 511–525. https://doi.org/10.31538/nzh.v5i2.2227

Sa’idah, M. (2023). Kecerdasan Emosional Dalam Pendidikan Islam. ILUMINASI: Journal of Research in Education, 1(1), 45. https://doi.org/10.54168/iluminasi.v1i1.165

Shofwan, A. M., & Farantika, D. (2026). Strengthening Multicultural Islamic Education at the Miftahul Huda Islamic Boarding School in Sekardangan , Blitar Penguatan Pendidikan Islam Multikultural di Pondok Pesantren Miftahul Huda Sekardangan Blitar. 4(April), 25–31.

Umi Kultsum, Fauzi, A., & B. Safuri. (2025). Peran Pesantren Dalam Pembentukan Karakter Santri : Tinjauan Aspek Psikologis. Jurnal Al-Murabbi, 10(2), 1–12. https://doi.org/10.35891/amb.v10i2.6163

Vanesha, C., Samiana, A., Syella, V., Albib, N. N., Sari, E. N., & Muliani, Y. (2025). Regulasi Emosi dalam Psikologi Islam: Systematic Literature Review. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9, 5304–5315.

Wulan, N. (2016). “Cowok Be Gentle” : Maskulinitas Mahasiswa Laki-Laki Muslim Di Surabaya. Lakon : Jurnal Kajian Sastra Dan Budaya, 4(1), 1. https://doi.org/10.20473/lakon.v4i1.1927

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Ibrahim Anwar Jawawi, & Muh.Hanif. (2026). Sosiologi Maskulinitas Santri Remaja Dalam Program Smp Berbasis Pondok Pesantren: Studi Tentang Disiplin, Emosi, Dan Keteladanan Di Ponpes Nuururrohman Sirau, Kemrajen, Banyumas. QAYID : Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 432–439. https://doi.org/10.61104/qd.v2i1.928

Issue

Section

Articles