Penerapan Metode Socratic Questioning dalam Pembelajaran SKI untuk Membentuk Nalar Kritis Siswa di MAN 2 Banyumas: Analisis Interaksi Kelas dan Otoritas Pengetahuan
DOI:
https://doi.org/10.61104/qd.v2i1.823Keywords:
Socratic questioning, nalar kritis, pembelajaran SKI, otoritas pengetahuan, interaksi kelas.Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi penerapan metode socratic questioning dalam pembelajaran SKI di MAN 2 Banyumas, serta dampak terhadap pembentukan nalar kritis siswa, dengan fokus pada analisis interaksi kelas dan transformasi otoritas pengetahuan. Studi kualitatif lapangan dilakukan di MAN 2 Banyumas dengan melibatkan guru SKI, siswa kelas X, wakil kepala sekolah bidang kurikuum, dan anggota rohis(rohani islam) sebagai informan. Pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran SKI, wawancara semi terstruktur dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen modul ajar, dan hasil diskusi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Socratic Questioning—melalui enam kategori pertanyaan (kalrifikasi, asumsi, bukti, prespektif, implikasi, dan meta-refleksi)—mendorong siswa mengembangkan kemampuan analitis, evaluatif, dan argumentatif faham merespon isu-isu sosial dan keagamaan. Temuan kunci penelitian ini adalah bahwa efektivitas Socratic Questioning tidak hanya terletak pada pertanyaannya, melainkan pada kemampuan untuk mentransformasikan otoritas pengetahuan guru—dari otoritas hierarkis berdasarkan posisi menjadi otoritas dialogis berdasarkan kualitas argumentasi. Transformasi otoritas ini menciptakan ruang kelas yang lebih demokratis, yaitu ditandai dengan inisiatif siswa untuk mengajukan pertanyaan, keberanian mengkritisi argumen teman serta luasnya referensi yang dapat diambil oleh siswa dalam mencari sumber belajar lain.
References
Ardani, A., & Hanif, M. (2025). Penerapan Metode Socratic Questioning dalam Pembelajaran PAI untuk Membentuk Nalar Kritis Siswa. Edu Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 21, 863–872. https://doi.org/10.47709/educendikia.v5i03.7329
Aribah, L. (2025). Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap Efektivitas Strategi Pembelajaran Socratic Questioning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis. Dimar: Jurnal Pendidikan Islam, 6. https://doi.org/10.58577/dimar.v6i2.339
Faturrahman, F., Pujianti, E., & Widiastuti, N. (2026). Implementation of the Socratic Question Learning Model in Developing Critical Thinking Skills of Grade XI Students in Fiqh Learning at Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin South Lampung. International Journal on Advanced Science, Education, and Religion, 9(1), 60–69. https://doi.org/https://doi.org/10.33648/ijoaser.v9i1.1422
Freire, P. (1970). PEDAGOGY of the OPPRESSED. Continuum International Publishing Group.
Hanif, M. (2013). PEMBENTUKAN HABITUS BUDAYA AGAMA DI SMA ISLAM SWASTA KABUPATEN BANYUMAS. Jurnal Penelitian Agama, 14(1), 153–176.
Mamat Muhammad Namin Niazi J. (2022). Socratic Questioning: A Philosophical Approach in Developing Critical Thinking Skills. AL-HIKMAH: International Journal of Islamic Studies and Human Sciences, 5(4), 143–161. https://doi.org/10.46722/hikmah.v5i4.294
Mohulaingo, Rahmad; Pomalingo, Samsi; Halidu, Salma; Cuga, C. (2025). MENGURAI KEKERASAN SIMBOLIK DIBALIK SERAGAM SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR : (PANDANGAN PIERRE BOURDIEU TENTANG HABITUS DALAM PENDIDIKAN). SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(3), 1474–1487. https://manggalajournal.org/index.php/SINERGI
Rasyad, Irwan; Wulandari, S. R. G. (2024). STRATEGI GURU DALAM MENGOPTIMALKAN INTERAKSI SISWA DI KELAS. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(4), 81–88. https://doi.org/10.61722/jmia.v1i4.1876
Rina Kusumawati; Hendra Santoso; Yusuf Ardiyansyah. (2025). Transformasi Peran Guru dan Otoritas Pengetahuan di Era Digital: Dari Sumber Tunggal Menuju Fasilitator Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi, 12(1). https://doi.org/10.21831/jptk.v12i1.58241
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zahrotul Hidayah, Muh. Hanif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






