Rekonstruksi Teologi Islam Menuju Paradigma Humanistik-Transformatif: Kritik atas Dikotomi Wahyu dan Eksistensialitas dalam Krisis Epistemologis Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.61104/qd.v2i1.791Keywords:
Teologi Islam, Teologi Transformatif, Teologi Kritis, Psikologi Humanistik, Eksistensialitas, Epistemologi Integratif, Teo-AntroposentrisAbstract
Krisis epistemologis dalam teologi Islam kontemporer semakin mengemuka seiring ketidakmampuannya merespons kompleksitas eksistensial manusia modern secara integratif. Teologi normatif cenderung menekankan otoritas wahyu secara tekstual, sementara dimensi pengalaman subjektif dan kesadaran eksistensial manusia kurang mendapatkan ruang epistemik yang memadai. Di sisi lain, psikologi humanistik-eksistensial yang dipelopori oleh Carl Rogers menawarkan pendekatan berbasis pengalaman dan aktualisasi diri, namun minim pijakan transendental. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada absennya kerangka integratif yang mampu mendialogkan teologi Islam, khususnya paradigma teologi kritis dan transformatif, dengan psikologi humanistik secara konseptual dan operasional.
Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis interdisipliner dengan memadukan analisis teologis, filosofis, dan psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-konseptual berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutik-kritis dan sintesis konseptual. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa dikotomi antara wahyu dan eksistensialitas merupakan akar krisis epistemologis yang menghambat fungsi transformatif teologi Islam. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi paradigma menuju model Teologi Humanistik-Transformatif Integratif yang menggabungkan wahyu, rasio, dan pengalaman eksistensial dalam kerangka teo-antroposentris. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi paradigma teologi baru yang tidak hanya normatif, tetapi juga emansipatoris, terapeutik, dan relevan dengan dinamika psikologis manusia modern. Paradigma ini diharapkan memperkaya pengembangan studi teologi Islam kontemporer sekaligus membuka ruang integrasi yang lebih produktif dengan disiplin psikologi.
Abstrak
Krisis epistemologis dalam teologi Islam kontemporer semakin mengemuka seiring ketidakmampuannya merespons kompleksitas eksistensial manusia modern secara integratif. Teologi normatif cenderung menekankan otoritas wahyu secara tekstual, sementara dimensi pengalaman subjektif dan kesadaran eksistensial manusia kurang mendapatkan ruang epistemik yang memadai. Di sisi lain, psikologi humanistik-eksistensial yang dipelopori oleh Carl Rogers menawarkan pendekatan berbasis pengalaman dan aktualisasi diri, namun minim pijakan transendental. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada absennya kerangka integratif yang mampu mendialogkan teologi Islam, khususnya paradigma teologi kritis dan transformatif, dengan psikologi humanistik secara konseptual dan operasional.
Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis interdisipliner dengan memadukan analisis teologis, filosofis, dan psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-konseptual berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutik-kritis dan sintesis konseptual. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa dikotomi antara wahyu dan eksistensialitas merupakan akar krisis epistemologis yang menghambat fungsi transformatif teologi Islam. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi paradigma menuju model Teologi Humanistik-Transformatif Integratif yang menggabungkan wahyu, rasio, dan pengalaman eksistensial dalam kerangka teo-antroposentris.
Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi paradigma teologi baru yang tidak hanya normatif, tetapi juga emansipatoris, terapeutik, dan relevan dengan dinamika psikologis manusia modern. Paradigma ini diharapkan memperkaya pengembangan studi teologi Islam kontemporer sekaligus membuka ruang integrasi yang lebih produktif dengan disiplin psikologi.
Kata kunci: teologi Islam, teologi transformatif, teologi kritis, psikologi humanistik, eksistensialitas, epistemologi integratif, teo-antroposentris
References
Basirah, Sumaryati, & Siti Urbayatun. (2024). KAJIAN KEBENARAN FILOSOFIS TEORI PSIKOLOGI HUMANISTIK MENURUT ROGERS. INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 14(02). https://doi.org/10.51353/inquiry.v14i02.582
Dewi, M. R., & Fauzi, A. (2025). Aligning Humanistic Psychology and Islamic Education: A Theoretical Dialogue between Carl Rogers and Abraham Maslow. Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, 10(2), 236–246. https://doi.org/10.15575/atthulab.v10i2.52273
Djollong, A. F. (2026). Penerapan Metode Kualitatif dalam Riset Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Application of Qualitative Methods in Islamic Religious Education Research in Higher Education. 21(1), 34–39. https://doi.org/10.56338/iqra.v21i1.9587
Eddy Kristiyanto, A. (2024). Ikhtiar Membangun Teologi Sosial Kon(multi)tekstual dengan Memanfaatkan Epistemologi Barat demi Kedalaman Bersama. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian, 9(2), 131–146. https://doi.org/10.21460/gema.2024.92.1209
Fadly, A., Remiswal, & Hayati, N. (2025). Epistemologi Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan Agama Islam Kontemporer. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 01(02), 262.
Firmasyah Wahyu Tegar, & Khadijah. (2025). Integrasi Teori Humanistik Abraham Maslow, Carl Rogers dan TerapiTranspersonal dalam Mewujudkan Transformasi Diridan Penyembuhan Psikologis. Journal Of Social Science Research, 5, 4511–4526. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Huda, A. A. S., Nurhuda, A., Setyaningtyas, N. A., Syafi’i, M. I., & Putra, F. A. (2025). Hermeneutika dalam Ilmu-Ilmu Humaniora dan Agama: Model, Pengembangan dan Metode Penelitian. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 4(1), 14–26. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v4i1.239
Kartini, Sobar, A., & Karyaningtyas. (2024). Thawalib | Jurnal Kependidikan Islam. Thawalib | Jurnal Kependidikan Islam, 4(1), 45–60. https://doi.org/10.54150/thawalib.v5i2.468
Nathasya, H. (2024). No TitleΕΛΕΝΗ. Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 5(1), 70–80.
Psikologi, P. S., Farmasi, F., Pendidikan, U., Psikolog, P., & Evitasari, M. (2025). Psikologi Humanistik Dan Optimalisasi Potensi Diri Di Era Modern. 2(2), 26–30.
Ratnawati, R., & Daheri, M. (2021). Konsep Pendidikan Islam dan Psikologi Humanistik tentang Potensi Manusia. FOKUS Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan, 6(2), 149. https://doi.org/10.29240/jf.v6i2.3526
Sholikha, D. W., Syahidah, W. N., & Anwar, N. (2023). Metodologi Studi Islam : Tinjauan Filosofis , Sejarah , dan Teologis dalam Pencarian Kebenaran Keagamaan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 26557–26565. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/10894/8663
Umam, M. C. (2023). Konsep Fitrah Perspektif Psikologi Islam dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Agama Islam. IRJA (International Research Journal of Arabic), 3(2), 142–156. https://doi.org/10.47179/irja.v3i2.158
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arika zulfa, Zahwa Aulia Putri Taufiq, Nurul Agista Khoirunnisa, Ali Hasan Siswanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






