Rekonstruksi Teologi Islam Menuju Paradigma Humanistik-Transformatif: Kritik atas Dikotomi Wahyu dan Eksistensialitas dalam Krisis Epistemologis Kontemporer

Authors

  • Arika zulfa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Zahwa Aulia Putri Taufiq Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Nurul Agista Khoirunnisa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Ali Hasan Siswanto Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

DOI:

https://doi.org/10.61104/qd.v2i1.791

Keywords:

Teologi Islam, Teologi Transformatif, Teologi Kritis, Psikologi Humanistik, Eksistensialitas, Epistemologi Integratif, Teo-Antroposentris

Abstract

Krisis epistemologis dalam teologi Islam kontemporer semakin mengemuka seiring ketidakmampuannya merespons kompleksitas eksistensial manusia modern secara integratif. Teologi normatif cenderung menekankan otoritas wahyu secara tekstual, sementara dimensi pengalaman subjektif dan kesadaran eksistensial manusia kurang mendapatkan ruang epistemik yang memadai. Di sisi lain, psikologi humanistik-eksistensial yang dipelopori oleh Carl Rogers menawarkan pendekatan berbasis pengalaman dan aktualisasi diri, namun minim pijakan transendental. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada absennya kerangka integratif yang mampu mendialogkan teologi Islam, khususnya paradigma teologi kritis dan transformatif, dengan psikologi humanistik secara konseptual dan operasional.

Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis interdisipliner dengan memadukan analisis teologis, filosofis, dan psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-konseptual berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutik-kritis dan sintesis konseptual. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa dikotomi antara wahyu dan eksistensialitas merupakan akar krisis epistemologis yang menghambat fungsi transformatif teologi Islam. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi paradigma menuju model Teologi Humanistik-Transformatif Integratif yang menggabungkan wahyu, rasio, dan pengalaman eksistensial dalam kerangka teo-antroposentris. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi paradigma teologi baru yang tidak hanya normatif, tetapi juga emansipatoris, terapeutik, dan relevan dengan dinamika psikologis manusia modern. Paradigma ini diharapkan memperkaya pengembangan studi teologi Islam kontemporer sekaligus membuka ruang integrasi yang lebih produktif dengan disiplin psikologi.

 

Abstrak

Krisis epistemologis dalam teologi Islam kontemporer semakin mengemuka seiring ketidakmampuannya merespons kompleksitas eksistensial manusia modern secara integratif. Teologi normatif cenderung menekankan otoritas wahyu secara tekstual, sementara dimensi pengalaman subjektif dan kesadaran eksistensial manusia kurang mendapatkan ruang epistemik yang memadai. Di sisi lain, psikologi humanistik-eksistensial yang dipelopori oleh Carl Rogers menawarkan pendekatan berbasis pengalaman dan aktualisasi diri, namun minim pijakan transendental. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada absennya kerangka integratif yang mampu mendialogkan teologi Islam, khususnya paradigma teologi kritis dan transformatif, dengan psikologi humanistik secara konseptual dan operasional.

Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis interdisipliner dengan memadukan analisis teologis, filosofis, dan psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-konseptual berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutik-kritis dan sintesis konseptual. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa dikotomi antara wahyu dan eksistensialitas merupakan akar krisis epistemologis yang menghambat fungsi transformatif teologi Islam. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi paradigma menuju model Teologi Humanistik-Transformatif Integratif yang menggabungkan wahyu, rasio, dan pengalaman eksistensial dalam kerangka teo-antroposentris.

Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi paradigma teologi baru yang tidak hanya normatif, tetapi juga emansipatoris, terapeutik, dan relevan dengan dinamika psikologis manusia modern. Paradigma ini diharapkan memperkaya pengembangan studi teologi Islam kontemporer sekaligus membuka ruang integrasi yang lebih produktif dengan disiplin psikologi.

Kata kunci: teologi Islam, teologi transformatif, teologi kritis, psikologi humanistik, eksistensialitas, epistemologi integratif, teo-antroposentris

Author Biographies

Arika zulfa, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Mahasiswa program studi Psikologi Islam, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Zahwa Aulia Putri Taufiq, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Mahasiswa program studi Psikologi Islam, Universitas Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Nurul Agista Khoirunnisa, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Mahasiswa program studi Psikologi Islam, Universitas Negeri Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember 

References

Basirah, Sumaryati, & Siti Urbayatun. (2024). KAJIAN KEBENARAN FILOSOFIS TEORI PSIKOLOGI HUMANISTIK MENURUT ROGERS. INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 14(02). https://doi.org/10.51353/inquiry.v14i02.582

Dewi, M. R., & Fauzi, A. (2025). Aligning Humanistic Psychology and Islamic Education: A Theoretical Dialogue between Carl Rogers and Abraham Maslow. Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, 10(2), 236–246. https://doi.org/10.15575/atthulab.v10i2.52273

Djollong, A. F. (2026). Penerapan Metode Kualitatif dalam Riset Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Application of Qualitative Methods in Islamic Religious Education Research in Higher Education. 21(1), 34–39. https://doi.org/10.56338/iqra.v21i1.9587

Eddy Kristiyanto, A. (2024). Ikhtiar Membangun Teologi Sosial Kon(multi)tekstual dengan Memanfaatkan Epistemologi Barat demi Kedalaman Bersama. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian, 9(2), 131–146. https://doi.org/10.21460/gema.2024.92.1209

Fadly, A., Remiswal, & Hayati, N. (2025). Epistemologi Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan Agama Islam Kontemporer. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 01(02), 262.

Firmasyah Wahyu Tegar, & Khadijah. (2025). Integrasi Teori Humanistik Abraham Maslow, Carl Rogers dan TerapiTranspersonal dalam Mewujudkan Transformasi Diridan Penyembuhan Psikologis. Journal Of Social Science Research, 5, 4511–4526. https://j-innovative.org/index.php/Innovative

Huda, A. A. S., Nurhuda, A., Setyaningtyas, N. A., Syafi’i, M. I., & Putra, F. A. (2025). Hermeneutika dalam Ilmu-Ilmu Humaniora dan Agama: Model, Pengembangan dan Metode Penelitian. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 4(1), 14–26. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v4i1.239

Kartini, Sobar, A., & Karyaningtyas. (2024). Thawalib | Jurnal Kependidikan Islam. Thawalib | Jurnal Kependidikan Islam, 4(1), 45–60. https://doi.org/10.54150/thawalib.v5i2.468

Nathasya, H. (2024). No TitleΕΛΕΝΗ. Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 5(1), 70–80.

Psikologi, P. S., Farmasi, F., Pendidikan, U., Psikolog, P., & Evitasari, M. (2025). Psikologi Humanistik Dan Optimalisasi Potensi Diri Di Era Modern. 2(2), 26–30.

Ratnawati, R., & Daheri, M. (2021). Konsep Pendidikan Islam dan Psikologi Humanistik tentang Potensi Manusia. FOKUS Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan, 6(2), 149. https://doi.org/10.29240/jf.v6i2.3526

Sholikha, D. W., Syahidah, W. N., & Anwar, N. (2023). Metodologi Studi Islam : Tinjauan Filosofis , Sejarah , dan Teologis dalam Pencarian Kebenaran Keagamaan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 26557–26565. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/10894/8663

Umam, M. C. (2023). Konsep Fitrah Perspektif Psikologi Islam dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Agama Islam. IRJA (International Research Journal of Arabic), 3(2), 142–156. https://doi.org/10.47179/irja.v3i2.158

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Arika zulfa, Zahwa Aulia Putri Taufiq, Nurul Agista Khoirunnisa, & Ali Hasan Siswanto. (2026). Rekonstruksi Teologi Islam Menuju Paradigma Humanistik-Transformatif: Kritik atas Dikotomi Wahyu dan Eksistensialitas dalam Krisis Epistemologis Kontemporer. QAYID : Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 176–188. https://doi.org/10.61104/qd.v2i1.791

Issue

Section

Articles