Karakteristik Hukum Mad Asli Dan Mad Far’i Dalam Kajian Ilmu Tajwid
DOI:
https://doi.org/10.61104/qd.v1i2.631Keywords:
Mad Asli; Mad Far'i; Ilmu Tajwid; Tahsin Al-Qur’an; Pembelajaran Tahsin; Kajian Pustaka.Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh signifikansi pemahaman yang komprehensif terhadap hukum bacaan mad, khususnya karakteristik yang membedakan mad asli (mad thabi'i) dan mad far'i, dalam upaya mencapai akurasi, keabsahan, dan keindahan bacaan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam karakteristik esensial dari kedua jenis mad tersebut melalui pendekatan studi kepustakaan (*library research*), dengan menyintesis temuan dari berbagai literatur primer dan sekunder terkait tahsin Al-Qur’an yang terbit dalam dekade terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa mad asli merupakan fondasi utama dalam ilmu tajwid, dicirikan oleh sebab kemunculannya yang intrinsik (adanya huruf mad), durasi baku sepanjang dua harakat, dan hukum baca yang bersifat wajib. Sementara itu, mad far'i muncul sebagai konsekuensi dari faktor eksternal seperti hamzah, sukun, atau waqaf, sehingga memiliki variasi durasi (mulai dari 2 hingga 6 harakat) dan tingkat kewajiban yang beragam (wajib, jaiz, harus). Kompleksitas mad far'i ini juga erat kaitannya dengan keragaman qiraat dan pertimbangan balaghah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguasaan konsep mad asli yang solid merupakan prasyarat fundamental sebelum mempelajari ragam dan nuansa mad far'i. Implikasi penelitian ini mengarah pada pentingnya pengembangan materi ajar, kurikulum, dan metodologi pembelajaran tahsin yang lebih sistematis, bertahap, dan mengakomodasi konteks qiraat. Hal ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kedalaman teori ilmu tajwid yang kaya dengan praktik pembelajarannya di berbagai lembaga pendidikan, sehingga melahirkan generasi penghafal dan pembaca Al-Qur’an yang tidak hanya fasih secara teknis, tetapi juga mendalam dalam penghayatan makna dan keindahan lafaznya.
ini juga erat kaitannya dengan keragaman qiraat dan pertimbangan balaghah. Simpulan
penelitian menegaskan bahwa penguasaan konsep mad asli yang solid merupakan prasyarat
fundamental sebelum mempelajari ragam dan nuansa mad far'i. Implikasi penelitian ini
mengarah pada pentingnya pengembangan materi ajar, kurikulum, dan metodologi
pembelajaran tahsin yang lebih sistematis, bertahap, dan mengakomodasi konteks qiraat.
Hal ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kedalaman teori ilmu tajwid
yang kaya dengan praktik pembelajarannya di berbagai lembaga pendidikan, sehingga
melahirkan generasi penghafal dan pembaca Al-Qur’an yang tidak hanya fasih secara
teknis, tetapi juga mendalam dalam penghayatan makna dan keindahan lafaznya.
References
Fadwa Nabilah. (2025). Analisis Muhassinat Lafziyyah Melalui Iqtibās Dalam QS. Al-Baqarah Ayat 269: Studi Tentang Pemberian Ilmu dan Hikmah. Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(3), 74–80. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v2i3.1064
Indah Lestari, Kusuma, P. R. A., Hartono, M. S., & Dewa Bagus Sanjaya. (2025). ANALISIS PASAL 100 UNDANG – UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG HUKUMAN MATI BERSYARAT BERDASARKAN ASAS KEADILAN DAN ASAS KEPASTIAN HUKUM. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 4(3). https://doi.org/10.23887/jih.v4i3.5030
Istiqomah, N. N., Ridho, M. M., & Astuti, I. (2025). ANALISIS KOMPARATIF TENTANG ZHALIM DALAM AL-QUR’AN (TAFSIR AL-MARAGHI DAN TAFSIR AL-MISBAH). Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 19(2), 265–276. https://doi.org/10.56997/almabsut.v19i2.2296
Liestyasari, S. I. (2025). (Re)Construction of Child-Friendly Schools to Prevent Bullying. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran, 11(2), 577. https://doi.org/10.33394/jk.v11i2.14988
Rifdah, R., Rizkilah, N., Nurhalisah, N. S., & Hanifah, M. N. (2025). Analisis Al-Qira’at Al-Sab’ dalam Kitab Tajwid Hilyat Al-Sibyan berdasarkan Tariq Al-Syatibiyyah: Analysis of Al-Qira’at Al-Sab’ in the Book of Tajwid Hilyat Al-Sibyan based on Tariq Al-Syatibiyyah. Ulumul Qur’an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(2), 254–273. https://doi.org/10.58404/uq.v5i2.682
Rizky, F. (2025). ANALISIS SEMANTIK TENTANG MAKNA LU’LU DALAM AL-QUR’AN: KAJIAN TERHADAP PEMAHAMAN TOSHIHIKO IZUTSU. Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 6(02), 84–97. https://doi.org/10.59579/qaf.v6i02.8904
Widiyatmoko, W., Dewi, R. P., Susilawati, S. A., Musiyam, M., Nurhalimah, D., Hapsari, M. J., & Pramudita, D. A. (2025).
Analysis of Knowledge, Utilization, and Technology Adoption of Digital Learning Resource by Geography Teachers in Sragen and Karanganyar, Indonesia. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, Dan Praktek Dalam Bidang Pendidikan Dan Ilmu Geografi, 30(1), 87–101. https://doi.org/10.17977/2527-628X.1183
Malik, M. I., Rahmawati, S., Ridwansyah, R. S., Kariadinata, R., & Susilawati, W.
Influence of the Talaqi and Tahsin Methods on the Al-Qur'an Reading Ability of Santri at the Al-Falah Islamic Boarding School Nagreg Bandung.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Heti Sumi Lestari, Neuneu Nurlaela Hasanah, Revika Khoerunnisa, Iin Indriani, Muhammad Ibnu Malik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





