Antara Persepsi Feodalisme dan Realitas Adab: Analisis Narasi Media Sosial tentang Pesantren

Authors

  • Arfan Amrullah UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Melisa Fauzia Nastiti UIN. KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Umi Musyarofah UIN. KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Ayesha Sahda Areefa Solihin UIN. KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Muhlisin UIN. KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.61104/qb.v2i2.486

Keywords:

Pesantren, Adab, Feodalisme, Media Sosial, Netnografi.

Abstract

Perdebatan mengenai relasi kiai–santri di ruang digital meningkat seiring berkembangnya media sosial sebagai arena pembentukan opini publik tentang pesantren. Narasi tentang “adab” dan tuduhan “feodalisme” sering berkelindan, menciptakan ketegangan diskursif antara nilai tradisional dan ekspektasi masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan konstruksi narasi tersebut serta menganalisis bagaimana pengguna media sosial mengartikulasikan, menegosiasikan, atau mempertentangkan makna otoritas dan pendidikan moral dalam konteks pesantren. Penelitian ini menggunakan metode netnografi kualitatif dengan pengumpulan data berupa komentar, unggahan, dan percakapan publik di platform seperti X, TikTok, dan Instagram yang relevan dengan isu relasi kiai–santri. Analisis data dilakukan melalui teknik thematic coding untuk mengidentifikasi pola naratif dan kategori diskursif yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi adab umumnya diasosiasikan dengan pembentukan karakter, penghormatan terhadap otoritas keilmuan, dan transmisi nilai moral. Sebaliknya, narasi feodalisme muncul terutama dalam konteks viralitas kasus kekerasan, hubungan kuasa yang tidak transparan, dan pengalaman negatif alumni. Interaksi kedua narasi memperlihatkan adanya tarik-menarik legitimasi, di mana sebagian pengguna berupaya mempertahankan otoritas tradisional sementara yang lain menuntut akuntabilitas yang lebih besar. Selain itu, penelitian menemukan bahwa dinamika diskursif sangat dipengaruhi oleh algoritme viralitas, selektivitas konten, serta konteks sosial pengguna media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi digital tentang pesantren tidak monolitik, melainkan hasil negosiasi terus-menerus antara nilai tradisional dan tuntutan modernitas.

References

Abbad, M. F. (2021). OTORITAS , NILAI DAN TRANSMISI PENGETAHUAN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS AND SOCIAL CHANGE : CULTURE , AUTHORITY , VALUES AND KNOWLEDGE TRANSMISSION. ASNA: Jurnal Kependidikan Islam Dan Keagamaan, 3(1), 1–12.

Abdul Azis, A. (2025). Nilai-Nilai Karakter dalam Adab al-’Alim wa al-Muta’allim KH. Hasyim Asy’ari dan Implikasinya bagi Pendidikan Islam Kontemporer.

Basyaiaban, H. (2025). Repost Live Tiktok @kadamsidik00. Tiktok. https://vt.tiktok.com/ZSfuoWP4C/

Cinelli, M., Francisci, G. De, Galeazzi, A., & Quattrociocchi, W. (2021). The echo chamber effect on social media. https://doi.org/10.1073/pnas.2023301118/-/DCSupplemental.y

Darwanto, A., Charitas, R., Prahmana, I., Susanti, A., & Khalil, I. A. (2024). Transformation of Boarding School Management Models in Enhancing Student Accessibility and Educational Quality. 21(1).

Entman, R. M. (1993). Framing : Toward Clarification of a Fractured Paradigm. 43(4).

Ferihana, azam syukur rahmatullah. (2023). PEMBENTUKAN ADAB SANTRI BERBASIS KETELADANAN GURU DI PONDOK PESANTREN HAMALATUL QUR ’ AN YOGYAKARTA Ferihana Program Studi Magister Ilmu Agama Islam , Progrm Pascasarjana , Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Azam Syukur Rahmatullah Program Studi Magister. 17(5), 3627–3647.

Firdaus, M. A., Fauzian, R., Islam, U., & Bandung, N. (2020). Pendidikan akhlak karimah berbasis kultur pesantren. 11(November), 136–151.

HERDIANA, A. (2021). REPRESENTASI IDENTITAS SANTRI DI MEDIA SOSIAL (Studi Pengguna Facebook di Pondok Pesantren Darul Abror Purwokerto) (Vol. 2, Issue 1).

Isangula, K. G., Kelly, S., & Wamoyi, J. (2024). Manual Qualitative Data Coding Using MS Word for Students and Early Career Researchers in Resource-Constrained Settings. 23, 1–17. https://doi.org/10.1177/16094069241299223

Kholil, M., Rahman, A., & Anshory, M. I. (2024). TA’DIB (PENANAMAN ADAB) DI PONDOK PESANTREN. 4(September), 3556–3574.

Malik, A. (2025). Pesantren ’ s Image in The Digital Age : A Netnographic Study on Viral Violence Cases and Institutional Reforms in Lombok. 10(1).

MASYHUDI, A. R. (2000). FEODALISME DAN PESANTREN. IAIN Sunan Ampel.

Rahman, I. K., Andriana, N., & Syahrozak, S. (2023). Asatiza : Jurnal Pendidikan. 4(3), 156–167.

Risqi, E. R. M. (2024). Hierarchical Culture in Islamic Boarding Schools Related to the Normalization of Bullying Behavior. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(3), 236–241.

Rokim, R., Manan, A., & Saifudin, M. (2025). Implementasi Pembelajaran Kitab Ta’lim Muta’allim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan. Jurnal Keislaman, 8(2), 353–372.

Sabila, F., Matondang, P., & Ahmad, R. (2022). Bullying Menjadi Budaya Pendidikan di lingkungan Pesantren. 37–41.

Saldana, J. (2021). The Coding Manual for Qualitative Researchers. 6(1), 232–237.

Sari, R. T., Madani, C., Afradini, A. R., Uyun, Q., & Chanigia, A. (2025). OTORITAS DAN FEODALISME DALAM TRADISI PESANTREN INDONESIA : SEBUAH KAJIAN INTERDISIPLINER TENTANG KEKUASAAN , PENGETAHUAN , DAN MODAL KEAGAMAAN. 3(4), 207–218.

Shaw, D. L., & Day, N. O. U. R. (1966). The agenda-setting function of mass media*.

Zulkifli, Z. (2013). THE ULAMA IN INDONESIA: Between Religious Authority and Symbolic Power. Miqot Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 37(1), 180–197.

Downloads

Published

2025-12-20

How to Cite

Amrullah, A., Melisa Fauzia Nastiti, Umi Musyarofah, Ayesha Sahda Areefa Solihin, & Muhlisin. (2025). Antara Persepsi Feodalisme dan Realitas Adab: Analisis Narasi Media Sosial tentang Pesantren. QOUBA : Jurnal Pendidikan, 2(2), 364–377. https://doi.org/10.61104/qb.v2i2.486

Issue

Section

Articles