Transformasi Pendidikan Islam Melalui Teologi Mahabbah Berbasis Akhlak Karimah: Pengembangan Kurikulum Kesalehan Sosial di Era Degradasi Moral

Authors

  • Abdul Khalik Universitas Wahid Hasyim Semarang
  • Nur Cholid Universitas Wahid Hasyim Semarang
  • Muhammad Ahsanul Husna Universitas Wahid Hasyim Semarang

DOI:

https://doi.org/10.61104/qb.v3i1.1150

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh eskalasi degradasi moral di era digital dan globalisasi, yang mewujud dalam fenomena perundungan siber (cyberbullying), krisis identitas, dan merosotnya empati sosial di kalangan peserta didik. Fenomena ini menyingkap celah krusial dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selama ini didominasi oleh bias kognitif-informatif serta penguatan aspek ritual-individual yang rigid, namun mengabaikan komitmen etis kolektif. Penelitian ini bertujuan merumuskan rekonstruksi Kurikulum Kesalehan Sosial dengan memanfaatkan sintesis konseptual Teologi Mahabbah (Teologi Kasih Sayang) dan Akhlak Karimah sebagai kerangka pedagogis transformatif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain kepustakaan kritis (critical library research), penelitian ini menganalisis teks-teks sufistik klasik dan kurikulum pendidikan kontemporer melalui pembacaan dimensi teks, praktik diskursif, dan praksis sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teologi Mahabbah mampu merekonstruksi cara pandang keagamaan yang legalistik-defensif menjadi komitmen altruistik yang penuh empati terhadap kemanusiaan, sedangkan Akhlak Karimah menjadi manifestasi perilaku dari transformasi spiritual internal tersebut. Sintesis kedua konsep ini menghasilkan arsitektur Kurikulum Kesalehan Sosial yang merombak tujuan pendidikan, integrasi konten (mendialogkan tasawuf dengan ilmu sosial), metodologi pembelajaran yang humanis, serta asesmen autentik berbasis praksis. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa reformasi kurikulum PAI bukan sekadar adaptasi birokratis, melainkan sebuah reposisi epistemologis yang mendesak untuk menumbuhkan tanggung jawab sosial global tanpa menegasikan akar transendental-religius.

References

Anwar, K., & Rahmawati, E. (2022). Epistemologi Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Mengurai Bias Kognitif di Era Digital. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Daheri, M. (2022). Religious Moderation, Inclusive, and Global Citizenship as New Directions for Islamic Religious Education in Madrasah. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 64-77. https://doi.org/10.31538/NZH.V5I1.1853

Fauzi, A., Setiawan, B., & Utami, S. (2023). Krisis Moralitas Remaja di Era Liquid Modernity: Tantangan Baru Pendidikan Islam. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 19(2), 145-158.

Hamami, T. (2021). Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama Education: Two Main Pillars of National Education in Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 307-330. https://doi.org/10.14421/JPAI.2021.182-06

Hamzah, A. (2021). Etika Sosial Islam: Rekonstruksi Akhlak Karimah dalam Kehidupan Komunal modern. Jakarta: Rajawali Pers.

Hanafi, Y., Saefi, M., Diyana, T. N., Alifudin Ikhsan, M., Yani, M. T., Suciptaningsih, O. A., Anggraini, A. E., & Rufiana, I. S. (2023). What content offers and how teachers teach: Religious Moderation-integrated teaching in Indonesia. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79(2), 8. https://doi.org/10.4102/HTS.V7912.9070

Hanafi, Y., Saefi, M., Diyana, T. N., Ikhsan, M. A., Faizin, N., Thoriquttyas, T., & Murtadho, N. (2022). Students' perspectives on religious moderation: A qualitative study into religious literacy processes. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 78(1). https://doi.org/10.4102/HTS.V78I1.7638

Harahap, M. (2022). Teologi Cinta (Mahabbah) dalam Prespektif Tasawuf Kontemporer dan Implementasinya terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Pemikiran Islam, 28(1), 45-60.

Helmy, M. I., Darojat, A., Kubro, J., & Ali, M. (2021). The understanding of Islamic Moderation (wasatiyyah al-Islam) and the hadiths on inter-religious relations in the Javanese pesantrens. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 11(2), 377-401. https://doi.org/10.18326/IJIMS.V1112.351-376

Hidayat, A., & Mujahidin, E. (2021). Cyberbullying di Kalangan Remaja: Analisis Dampak Sosiologis dan Preventif Melalui Nilai Islam. Jurnal Edukasi Islami, 10(1), 89-104.

Kurniawan, R. (2022). Pedagogi Transformatif Islam: Mengembangkan Pendidikan Berbasis Aksi Sosial. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mudjahir, A., & Nurcholis, A. (2024). Education in religious moderation to counter radicalism. European Journal for Philosophy of Religion, 16(1), 194-213. https://doi.org/10.24204/EJPR.2023.4393

Mujahid, I. (2021). Islamic orthodoxy-based character education: creating moderate Muslim in a modern pesantren in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 11(2), 185-212. https://doi.org/10.18326/IJIMS.V1112.185-212

Mulyana, R. (2023). Religious moderation in Islamic religious education textbook and implementation in Indonesia. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79(1). https://doi.org/10.4102/HTS.V7911.8592

Muqowim, U., Sunan, K., Yogyakarta, I., & Lessy, Z. (2021). Revisiting Islamic Studies: Cementing Bases for Integrating Science and Religion in Islamic Higher Educational Institutions. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(1), 1-20. https://doi.org/10.14421/JPAI.2021.181-01

Mustakim, Z., Ali, F., & Kamal, R. (2021). Empowering Students as Agents of Religious Moderation in Islamic Higher Education Institutions. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 65-76. https://doi.org/10.15575/JPI.V7I1.12333

Muttaqin, Z. (2020). Rekonstruksi Teologi Mahabbah Rabiah al-Adawiyah untuk Menumbuhkan Kesadaran Altruistik Remaja Digital. Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tasawuf, 14(2), 210-225.

Nafis, M. (2021). Teologi Kasih Sayang (Ar-Rahmah) sebagai Arsitektur Utama Pendidikan Karakter Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 9(3), 302-318.

Nugroho, S. (2021). Metode Analisis Wacana Kritis dalam Kebijakan Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.

Nuryanto, H. (2022). Dekadensi Etis di Ruang Siber: Urgensi Rekonstruksi Kurikulum Keagamaan Formal. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 13(2), 115-129.

Raharjo, M. (2023). Teori-Teori Kritik Kurikulum: Pendekatan Emansipatoris dalam Pendidikan Islam. Malang: UIN Maliki Press.

Siroj, S. A. (2019). Tasawuf Amali: Solusi Atas Penyakit Rohani Masyarakat Modern. Jakarta: LTN NU.

Supriyanto, A. (2020). Reduksionisme Nilai Agama dalam Sistem Penilaian Berbasis Administrasi Positivistik. Jurnal Akuntabilitas Pendidikan, 8(2), 175-188.

Suriadi, D. (2023). Rekonstruksi Kurikulum Kesalehan Sosial: Menembus Batas Kesalehan Ritual Individu. Jurnal Pendidikan Transformatif, 12(1), 54-69.

Suryana, Y., & Wahyudi, M. (2022). Metodologi Kepustakaan Kritis untuk Ilmu Sosial dan Keagamaan. Semarang: Unwahas Press.

Suyatno, S., Wantini, W., Sukiman, S., & Rachmawati, Y. (2022). Progressive Islamic Education: Bridging the Gap of Islam, Indonesianness, and Modernity. The Qualitative Report, 27(1), 226-242. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2022.4782

Suwendi, Mesraini, Azka, F. L., & Gama, C. B. (2024). Implementation of Knowledge Integration in Islamic Higher Education. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 41-52. https://doi.org/10.15575/JPI.V10I1.35385

Wibowo, A., & Lestari, P. (2024). Pengujian Validitas Kualitatif dalam Penelitian Filsafat Pendidikan Kepustakaan. Jurnal Epistemologi, 5(1), 32-47.

Zarkasyi, F. (2021). Split-Personality di Era Siber: Studi Kasus Pemisahan Akhlak Sosial dan Ritual Keagamaan Remaja. Gontor: Darussalam Press.

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

Abdul Khalik, Nur Cholid, & Muhammad Ahsanul Husna. (2026). Transformasi Pendidikan Islam Melalui Teologi Mahabbah Berbasis Akhlak Karimah: Pengembangan Kurikulum Kesalehan Sosial di Era Degradasi Moral. QOUBA : Jurnal Pendidikan, 3(1), 494–504. https://doi.org/10.61104/qb.v3i1.1150

Issue

Section

Articles