Peran Lembaga Pendidikan Islam Sebagai Pranata Sosial Dalam Masyarakat Kontemporer

(Studi Kasus Pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum Yosowinangun Oku Timur)

Authors

  • Burniat Institut Agama Islam Al-Qur’an AL-ITTIFAQIAH Indralaya
  • Birru Ninda Hamdi Institut Agama Islam Al-Qur’an AL-ITTIFAQIAH Indralaya
  • Arlis Karlina Institut Agama Islam Al-Qur’an AL-ITTIFAQIAH Indralaya
  • Hilmin Institut Agama Islam Al-Qur’an AL-ITTIFAQIAH Indralaya

DOI:

https://doi.org/10.61104/qz.v2i2.674

Keywords:

Pranata Sosial, Pendidikan Islam, Lembaga Pendidikan, Nilai Sosial, Komunitas.

Abstract

Penelitian ini membahas peran lembaga pendidikan Islam, khususnya MI Nurul Ulum Yosowinangun, dalam menghadapi tantangan globalisasi, disrupsi digital, dan krisis nilai. Lembaga pendidikan Islam diharapkan dapat berfungsi tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai agen sosialisasi nilai, pengendali sosial, serta pembentuk karakter generasi muda dalam masyarakat kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran siswa dan interaksi sosial di madrasah. Wawancara mendalam dilakukan dengan guru, kepala madrasah, siswa untuk menggali masalah akhlak yang dihadapi siswa. Selain itu, wawancara dengan tokoh agama, masyarakat, dan orang tua siswa dilakukan untuk memahami persepsi mereka terhadap lembaga pendidikan ini. Analisis dokumen kesiswaan juga digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Nurul Ulum Yosowinangun memiliki peran penting dalam penguatan nilai sosial dan agama melalui pembiasaan karakter, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan yang sistematis. Lembaga ini juga beradaptasi dengan perkembangan digital dengan mengintegrasikan media digital dalam pembelajaran. Fungsi kontrol sosial diterapkan melalui pengawasan perilaku siswa, kerja sama antara guru dan orang tua, serta penerapan tata tertib yang mendidik. Selain itu, internalisasi nilai dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, dan pengajaran nilai- nilai moral dalam mata pelajaran agama dan umum. Madrasah ini juga memiliki kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

References

Abidin, Z. (2020). Transformasi sosial pendidikan Islam masa kini. Journal of Islamic Education Studies, 5(2), 45–60.

Al-Attas, S. M. N. (1980). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Farabi. (1985). Ara‟ ahl al-madīnah al-fāḍilah [The opinions of the people of the virtuous city] (R. Walzer, Trans.). Oxford University Press.

Al-Farabi. (1992). Al-Madina al-Fadilah. Beirut: Dar al-Mashriq.

Al-Ghazali. (1995). Ihya‟ Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-„Ilmiyyah.

Andari, R., Purwanto, A., & Hamzah, M. (2023). Sekularisasi pendidikan dan pengaruhnya terhadap karakter siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(1), 45–56.

Andari, V., Maria Ulfa, N. H., & Qurniawan, M. (2023). Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Pendidikan Islam di Spanyol Awal. Social Science Academic, 1(1). https://doi.org/10.37680/ssa.v1i1.3360

Avicenna (Ibn Sina). (1950). Kitab al-Shifa: Al-Nafs. Cairo: Al-Maktabah al-„Arabiyyah.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood Press.

BPS. (2022). Statistik Pendidikan Indonesia. Retrieved from [https://bps.go.id](https://bps.go.id)

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Durkheim, E. (1956). Education and sociology (S. D. Fox, Trans.). Free Press. (Original work published 1922)

Fatah, N. (2022). Implementasi literasi digital dalam pembelajaran madrasah ibtidaiyah. Jurnal Madrasah, 14(3), 211–226.

Foucault, M. (1977). Discipline and punish: The birth of the prison (A. Sheridan, Trans.). Pantheon Books.

Foucault, M. (1977). Discipline and Punish: The Birth of the Prison. New York:

Pantheon. Hasanah, U. (2019). Peran guru sebagai teladan dalam pendidikan akhlak. Jurnal Studia Islamika, 26(2), 134–152.

Hidayat, A. (2021). Peran madrasah dalam menjaga kohesi sosial masyarakat. Al-Tadib Journal, 14(2), 133–151.

Ibn Khaldun. (2006). Muqaddimah Ibn Khaldun. Beirut: Dar al-Fikr. (Original work published 1377).

Ibn Sina. (1952). Kitāb al-siyāsah fī al-tarbiyah (A. F. Al-Ahwani, Ed.). Dār al Maʿārif.

Jumari, J., & Umam, K. (2022). Era Society 5.0: Suatu Tantangan Bagi Pendidikan Islam Kekinian. Journal of Islamic Education and Pesantren, 2(2). https://doi.org/10.33752/jiep.v2i2.3790

Kementerian Agama RI. (2020). Kurikulum Madrasah 2020. Retrieved from [https://kemenag.go.id](https://kemenag.go.id)

Langgulung, H. (2004). Manusia dan pendidikan: Suatu analisa psikologi dan pendidikan. Pustaka Al-Husna Baru.

Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Marsini. (2023). Peran sekolah sebagai pranata sosial dalam pembentukan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1), 55–70.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Muhaimin. (2015). Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. Rajawali Pers. Mulyasa, E. (2017). Manajemen pendidikan karakter. Bumi Aksara.

Nasr, S. H. (1996). Islamic philosophy from its origin to the present. State University of New York Press.

Nizar, S. (2013). Sejarah Pendidikan Islam: Pendekatan Filosofis dan Historis. Jakarta: Kencana.

OECD. (2020). Education in the Digital Age: Smart Policy for Future Schools. Retrieved from [https://oecd.org/education](https://oecd.org/education)

Parsons, T. (1959). The school class as a social system: Some of its functions in American society. Harvard Educational Review, 29(4), 297–318.

Rahman, F. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Rahmawati, D. (2020). Internalisasi nilai religius di sekolah dasar Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 23–39.

Sagala, S. (2013). Manajemen strategik dalam peningkatan mutu pendidikan.

Alfabeta. Shofiyah, N. (2021). Disrupsi digital dan tantangan pendidikan karakter. Jurnal Teknologi Pendidikan, 19(2), 112–128.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Suryadi, D. (2022). Pendidikan Islam dan tantangan globalisasi. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(1), 54–70.

Syatriadin. (2017). Sekolah sebagai pranata sosial dan mekanisme kontrol sosial. Jurnal Ilmu Sosial, 5(2), 77–88.

Tilaar, H. A. R. (2002). Pendidikan dalam Perspektif Global. Jakarta: Rineka Cipta.

Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. Jossey- Bass.

UNESCO. (2021). Digital Literacy for Education. Retrieved from [https://unesco.org/education](https://unesco.org/education)

Yusuf, M. (2021). Pembentukan karakter berbasis nilai keislaman di madrasah. Jurnal Tarbawi, 10(1), 11–25.

Zamroni. (2011). Pendidikan dan Demokrasi. Yogyakarta: Ombak.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Burniat, Birru Ninda Hamdi, Arlis Karlina, & Hilmin. (2025). Peran Lembaga Pendidikan Islam Sebagai Pranata Sosial Dalam Masyarakat Kontemporer: (Studi Kasus Pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum Yosowinangun Oku Timur). QAZI : Journal of Islamic Studies, 2(2), 709–718. https://doi.org/10.61104/qz.v2i2.674

Issue

Section

Articles