Dampak Pembelajaran PAI Berbasis Proyek terhadap Kemandirian Belajar Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.61104/qz.v2i2.496Keywords:
Pembelajaran berbasis proyek, PAI, kemandirian belajar, pembelajaran yang diatur sendiriAbstract
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di abad ke-21 dituntut tidak hanya berfokus pada capaian kognitif, tetapi juga pada pengembangan kemampuan peserta didik dalam mengelola dan mengarahkan proses belajar secara mandiri. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) dinilai mampu memenuhi tuntutan tersebut dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan pembelajaran PAI berbasis proyek terhadap kemandirian belajar peserta didik pada tingkat sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada peserta didik kelas VIII serta guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan aspek kemandirian belajar, termasuk inisiatif dalam belajar, kemampuan mengatur waktu, tanggung jawab dalam penyelesaian tugas, serta keberanian dalam mengambil keputusan. Selain itu, peserta didik menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mempresentasikan hasil pembelajaran dan kemampuan melakukan evaluasi diri. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berbasis proyek mampu membentuk proses belajar yang lebih aktif, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan karakter mandiri dalam konteks religius. Model ini dapat direkomendasikan sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahma Alya, Siti Khoriah Fitriyani, Nurul Zaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







This work is licensed under a