Dari Teologi Normatif ke Tauhid Emansipatoris: Rekonstruksi Epistemologi melalui Tazkiyatun Nafs Transformatif

Authors

  • Alfiah Nurhidayah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Apriliana Putri Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Astri Fajriatus Sa’adah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Muslihatun Nailin Nada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
  • Ali Hasan Siswanto Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

DOI:

https://doi.org/10.61104/qz.v3i1.874

Keywords:

Teologi Islam Transformatif; Tauhid Emansipatoris; Tazkiyatun Nafs; Epistemologi Integratif; Teologi Pembebasan; Tasawuf; Subjek Transformatif.

Abstract

Krisis teologi Islam kontemporer ditandai oleh stagnasi epistemologis, keterputusan praksis sosial, serta melemahnya dimensi spiritual-subjektif dalam konstruksi keilmuan. Teologi modern cenderung terjebak antara normativitas doktrinal yang rigid dan pendekatan historis-kritis yang relativistik, sementara teologi pembebasan belum sepenuhnya terintegrasi dengan transformasi batiniah. Kesenjangan penelitian terletak pada absennya model epistemologi yang mampu mensintesiskan dimensi teologis, spiritual, dan emansipatoris secara simultan. Artikel ini bertujuan merekonstruksi epistemologi teologi Islam melalui pendekatan Tazkiyatun Nafs Transformatif berbasis Tauhid Emansipatoris sebagai kerangka teoritis integratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-konseptual dengan pendekatan filosofis-teologis dan analisis kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer. Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa tazkiyatun nafs tidak hanya berfungsi sebagai praktik etis-spiritual, tetapi juga sebagai basis epistemologis dalam produksi pengetahuan yang transformatif.

Tauhid direkonstruksi sebagai prinsip emansipatoris yang membebaskan manusia dari dominasi struktural dan internal, sekaligus mengintegrasikan wahyu, rasio, dan pengalaman spiritual. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi paradigma baru yang menggabungkan teologi pembebasan dan tasawuf dalam satu kerangka epistemologi integratif, serta pengenalan konsep “subjek transformatif” sebagai agen perubahan yang menghubungkan dimensi ilahiah dan sosial. Dengan demikian, teologi Islam tidak lagi bersifat spekulatif, tetapi menjadi praksis transformatif yang relevan dengan tantangan global kontemporer

References

Hosen, H., Amir, F., & Busri, M. (2025). Rekonstruksi paradigma tasawuf sebagai fondasi etika global di era krisis moral modern. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, 8(1).

https://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1006/454

Budiman, A., & Wahyuli, N. (2025). Tauhid sebagai epistemologi ekonomi Islam: Antara spiritualitas dan keadilan sosial. JUPSI: Jurnal Pusat Studi Islam, 1(2), 55–65.

https://ejournal.tmpublisher.id/index.php/JPSI/article/view/15

Fahmi, A. A. (2024). Integrasi ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf perspektif epistemologis dalam pemikiran Islam. Journal of Islamic Education and Learning,4(2),1–9. https://www.ejournal.stisdulamtim.ac.id/index.php/JIEL/article/view/110

Muktamiroh, R., & Rossidy, I. (2025). Integrasi filsafat, teologi, dan tasawuf: Relevansinya dalam membentuk karakter peserta didik yang holistik. Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman, 13(1), 27–42.

https://jurnal.inkadha.ac.id/index.php/kariman/article/view/623

Bakir, M. (2024). Studi tafsir tentang dimensi epistemologi tasawuf. KACA: Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin.

https://jurnal.alfithrah.ac.id/index.php/kaca/article/view/99

Mukhlisin. (2023). Moderasi beragama perspektif ilmu tasawuf. Jurnal Alasma: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah, 5(2), 115–120.

https://jurnalstitmaa.org/index.php/alasma/article/view/106?utm

Muhammad, M., Salim, & Fadil, M. (2024). Konsep teologi Islam dan tasawuf akhlaki, irfani dan falsafi serta pengembangannya. JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 3(2), 54–64.

https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/jipi/article/view/5694?utm_source

Owoyemi, M. Y. (2012). Islam and modernity: A brief elucidation of Nasr’s position on Islamic and modern science and philosophy. Educational Research, 3(6), 514–518.

https://www.researchgate.net/publication/260876573_Islam_and_modernity_a_brief_elucidation_of_Nasr's_position_on_Islamic_and_modern_science_and_philosophy

Pribadi, D. T. A. (2024). Teologi pembebasan Dr. Ali Syari’ati: Hibridisasi mistisisme Islam dan sosialisme Barat dalam konsep sosialisme religius. Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, 25(1), 63–85.

https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/ISLAMADINA/article/view/15720?utm_source

Sahid, T. A., Maulana, A., & Nurfaizah. (2024). Rekonstruksi konsep tauhid dalam perspektif filsafat: Pendekatan epistemologis dan ontologis. SETYAKI: Jurnal Studi Keagamaan Islam.

https://jurnal.kalimasadagroup.com/index.php/setyaki/article/view/1360/620

Downloads

Published

2026-07-01

How to Cite

Alfiah Nurhidayah, Apriliana Putri, Astri Fajriatus Sa’adah, Muslihatun Nailin Nada, & Ali Hasan Siswanto. (2026). Dari Teologi Normatif ke Tauhid Emansipatoris: Rekonstruksi Epistemologi melalui Tazkiyatun Nafs Transformatif. QAZI : Journal of Islamic Studies, 3(1), 105–115. https://doi.org/10.61104/qz.v3i1.874

Issue

Section

Articles