Israiliyat Dalam Tafsir Al-Qur’an

Authors

  • Yudi Pratama Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau
  • Aida Laila Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau
  • Khalimatus sa’adah Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau
  • Riska Sawitri Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau

DOI:

https://doi.org/10.61104/qz.v3i1.831

Keywords:

Israiliyat, Tafsir Al-Qur’an, Riwayat Bani Israil, Studi Tafsir

Abstract

Israiliyat merupakan riwayat atau kisah yang berasal dari tradisi Bani Israil yang masuk ke dalam literatur tafsir Al-Qur’an, terutama dalam penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah para nabi dan umat terdahulu. Kehadiran Israiliyat dalam tafsir tidak terlepas dari interaksi intelektual antara umat Islam dengan tradisi Yahudi dan Nasrani pada masa awal perkembangan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Israiliyat dalam tafsir Al-Qur’an, meliputi pengertian, sumber, klasifikasi, serta sikap para ulama terhadap penggunaannya dalam penafsiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu dengan menganalisis berbagai literatur tafsir dan karya ulama yang membahas Israiliyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Israiliyat dalam tafsir diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu riwayat yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan hadis sehingga dapat diterima, riwayat yang bertentangan dengan keduanya sehingga harus ditolak, serta riwayat yang tidak memiliki kejelasan kebenarannya sehingga sikap yang diambil adalah tawaqquf (tidak membenarkan dan tidak pula mendustakan). Oleh karena itu, diperlukan sikap kritis dan selektif dalam menggunakan riwayat Israiliyat agar kemurnian penafsiran Al-Qur’an tetap terjaga.

References

Raihanah. 2015. “Israiliyyat dan Pengaruhnya terhadap Tafsir Alquran.” Tarbiyah Islamiyah, Vol. 5, No. 1, Januari–Juni, hlm. 97–110.

Raihanah. 2015. “Israiliyyat dan Pengaruhnya terhadap Tafsir Alquran.” Tarbiyah Islamiyah, Vol. 5, No. 1, Januari–Juni, hlm. 101–115.

Umam, Khairul, dan Alwizar. 2025. “Isra’iliyat dalam Tafsir Al-Qur’an.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 2: 1249–1258. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1250

Zahro’, N. A. (2025). Israiliyat: Mengajarkan atau mengaburkan ajaran Islam?

Al-Ilmiya Pendidikan Islam, 1(3), 830–837.

Abdul Baqi, M. F. (1979). Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Qur’an al-Karim. Kairo: Dar al-Hadits.

Abu Syuhbah, M. (1992). Al-Israiliyyat wa al-Maudhu’at fi Kutub al-Tafsir. Kairo: Maktabah Sunnah.

Al-Qattan, M. (2000). Mabahits fi Ulum al-Qur’an. Kairo: Maktabah Wahbah.

Al-Dzahabi, M. H. (2000). Al-Tafsir wa al-Mufassirun. Kairo: Maktabah Wahbah.

Anwar, R. (1999). Melacak Unsur-unsur Israiliyyat dalam Tafsir Ath-Thabari dan Ibnu Katsir. Bandung: Pustaka Setia.

Ath-Thabari, M. J. (2001). Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil Ay al-Qur’an. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Chirzin, M. (1998). Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an. Jakarta: Dana Bhakti Prima Yasa.

Ibnu Katsir. (2005). Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Beirut: Dar al-Fikr.

Ibnu Taimiyah. (1995). Muqaddimah fi Ushul al-Tafsir. Riyadh: Dar al-Wathan.

Shihab, M. Quraish. (1996). Wawasan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.

Supiana, & Karman, M. (2002). Ulumul Qur’an. Bandung: Pustaka Islamika.

Downloads

Published

2026-07-01

How to Cite

Yudi Pratama, Aida Laila, Khalimatus sa’adah, & Riska Sawitri. (2026). Israiliyat Dalam Tafsir Al-Qur’an. QAZI : Journal of Islamic Studies, 3(1), 211–220. https://doi.org/10.61104/qz.v3i1.831

Issue

Section

Articles