Analisis Aksiologi Ilmu dalam Masyarakat Melayu: Perbandingan Era Melaka dan Indonesia Modern
DOI:
https://doi.org/10.61104/qz.v3i1.737Keywords:
Syekh Abdul Karim Amrullah; Jaringan Keilmuan Ulama Melayu; Selat Malaka.Abstract
Artikel ini menelaah Syekh Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) (1879–1945) sebagai simpul penting jaringan keilmuan ulama Melayu lintas Selat Malaka pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Kajian ini berangkat dari pertanyaan: bagaimana pola mobilitas, transmisi otoritas keilmuan, dan sirkulasi gagasan pembaruan Islam yang menghubungkan Minangkabau–Pesisir Timur Sumatra dengan pusat-pusat ilmu di Semenanjung Malaya? Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan sejarah-intelektual dan analisis jaringan (network analysis) secara konseptual, melalui penelusuran karya, korespondensi, catatan perjalanan, serta dokumentasi lembaga pendidikan dan media keagamaan pada periode terkait. Temuan menunjukkan bahwa Haji Rasul memadukan tiga jalur pembentukan otoritas: tradisi surau dan pengajian lokal, pengalaman belajar di Haramain, serta artikulasi gagasan melalui madrasah, majalah, dan perdebatan publik. Melalui murid, keluarga intelektual, dan jejaring penerbitan, gagasan tentang tajdid, rasionalisasi pendidikan, dan etika sosial-keagamaan bergerak dinamis melintasi Selat Malaka, membentuk ruang diskursif bersama di dunia Melayu. Studi ini menyimpulkan bahwa jaringan keilmuan tersebut tidak semata hubungan guru–murid, melainkan ekosistem produksi pengetahuan yang mempertemukan mobilitas, institusi, dan media, serta berkontribusi pada transformasi Islam modern di kawasan.
References
Andina, R. D., Rohani, L., & Syam, A. M. (2024). Mythology in Sulalatus Salatin manuscript. Warisan: Journal of History and Cultural Heritage, 5(1). https://doi.org/10.34007/warisan.v5i1.2221
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Jaakkola, M., Durán-Becerra, T., & Bosire, O. (Eds.). (2023). Media and information literacy for the public good: UNESCO MILID yearbook 2023. Corporación Universitaria Minuto de Dios. https://doi.org/10.26620/uniminuto/978-958-763-705-2
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nor, M. R. M., Abdullah, A. T., & Ali, A. K. (2016). From Undang-undang Melaka to federal constitution: The dynamics of multicultural Malaysia. SpringerPlus, 5, 1683. https://doi.org/10.1186/s40064-016-3360-5
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1). https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Reid, A. (1988). Southeast Asia in the age of commerce, 1450–1680: Volume 1, The lands below the winds. Yale University Press.
Reid, A. (1993). Southeast Asia in the age of commerce, 1450–1680: Volume 2, Expansion and crisis. Yale University Press.
Muktapa, M. (2021). Implikasi filsafat ilmu dan etika keilmuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern. Jurnal Belaindika (Pembelajaran Dan Inovasi Pendidikan), 3(2), 20-29. https://doi.org/10.52005/belaindika.v3i2.73
Niswah, C. (2025). Jaringan ulama dan saudagar: jalan sutra Islamisasi di kawasan melayu (Abad 7-13 M). Knowledge Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan, 5(4), 1622-1636. https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i4.8125
Al-Attas, S. M. N. (1979). Aims and objectives of Islamic education. Hodder & Stoughton.
Azra, A. (1994). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII & XVIII: Melacak akar-akar pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia. Mizan.
Azra, A. (2004). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII & XVIII: Akar pembaruan Islam Indonesia (Cetak ulang). Kencana.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital. (2025). Laporan Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2025 (IMDI). https://bpsdm.komdigi.go.id/satker/pusbangesdmk/berita-laporan-indeks-masyarakat-digital-indonesia-2025-5-102
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024, March). Kajian akademik Kurikulum Merdeka (Edisi 1). https://kurikulum.kemdikdasmen.go.id/file/1711503412_manage_file.pdf
Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2019). Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7272 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Moderasi Beragama pada Pendidikan Islam. https://iainkerinci.ac.id/en/file/742/download?token=oX-Lmp8U
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah. https://staibabussalamsula.ac.id/wp-content/uploads/2023/06/KMA-No-347-Tahun-2022-Tentang-Pedoman-Implementasi-Kurikulum-Merdeka-Belajar-Pada-Madrasah.pdf
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran. https://jdih.kemendikdasmen.go.id/sjdih/siperpu/dokumen/salinan/salinan_20220215_093900_Salinan%20Kepmendikbudristek%20No.56%20ttg%20Pedoman%20Penerapan%20Kurikulum.pdf
UNESCO. (2011). Media and information literacy: Curriculum for teachers. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000192971
Zuboff, S. (2019). The age of surveillance capitalism: The fight for a human future at the new frontier of power. PublicAffairs.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rifqi Husein, Muhammad Rizal Akbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








This work is licensed under a