Perbandingan 10 Desa/Kampung Wisata Berdasarkan 8 Kriteria, 23 Subkriteria, dan 79 Indikator Desa Wisata

Authors

  • Felix Effny Universitas Pradita

DOI:

https://doi.org/10.61104/qw.v2i1.822

Keywords:

Aksesibilitas, CHSE, Desa Wisata, Digitalisasi Wisata, Ekowisata, Pemberdayaan Masyarakat, Potensi Wisata, Wisata Berkelanjutan.

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan 10 desa/kampung wisata berdasarkan 8 kriteria, 23 subkriteria, dan 79 indikator desa wisata untuk mengetahui tingkat kesiapan, keunggulan, kendala, serta potensi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Objek penelitian meliputi desa wisata di wilayah Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar desa wisata telah memenuhi indikator utama, terutama pada aspek daya tarik alam dan budaya, partisipasi masyarakat, legalitas kelembagaan, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Namun, masih ditemukan berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas homestay, toilet, penerapan CHSE, kualitas sumber daya manusia, dan hambatan adat istiadat tertentu. Meskipun demikian, setiap desa wisata memiliki potensi pengembangan yang beragam, seperti ecotourism, cultural tourism, wellness tourism, edu-tourism, hingga river tourism yang dapat mendukung pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

References

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. 2021. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Jakarta.

Rahmawati, R. 2024. “Edukasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata.” Jurnal Komunitas.

Puspita, K. M. 2024. “Analisis Stakeholder dalam Pengembangan Desa Wisata.” Journal of Policy.

Widyastuti, T., Dewi, N. K., & Suminar, R. 2023. “Pelatihan dan Pendampingan Pemasaran Digital Bagi Pelaku UMKM Desa Wisata.” Jurnal Dedikasi.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. 2022. Buku Tren Pariwisata 2022/2023. Jakarta: Kemenparekraf RI.

Antaranews. 2021. “Pemerintah Luncurkan Buku Pedoman Desa Wisata 2021.” Diakses tahun 2026

Hanafi, M. (2024). Community Based Tourism dalam Pengembangan Desa Wisata di Magelang. Efisiensi: Kajian Ilmu Administrasi, 21(1), 95–112.

Arismayanti, N. K., et al. (2025). Ecosystem Model of Tourism Village in Urban Area. Jurnal Kepariwisataan Indonesia.

Priatmoko, S., et al. (2021). Rethinking Sustainable Community-Based Tourism: A Villager’s Point of View and Case Study in Pampang Village, Indonesia. Sustainability, 13(6).

Rahmawati, R. (2024). Edukasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Komunitas.

Widyastuti, T., Dewi, N. K., & Suminar, R. (2023). Pelatihan dan Pendampingan Pemasaran Digital Bagi Pelaku UMKM Desa Wisata. Jurnal Dedikasi.

Sari, D., & Nugroho, A. (2022). Analisis Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Indonesia. Jurnal Pariwisata Nusantara.

Pratama, R., & Lestari, N. (2023). Evaluasi Kesiapan Desa Wisata Berdasarkan Indikator Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Destinasi Pariwisata.

Kurniawan, A., et al. (2022). Digital Marketing Strategy in Tourism Village Development. Jurnal Manajemen Pariwisata.

Yusuf, M., & Hidayat, T. (2021). Community Participation in Sustainable Tourism Development. Journal of Tourism Studies.

Saputra, I., et al. (2024). Implementation of CHSE in Tourism Destination Management. Jurnal Hospitality dan Pariwisata.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Felix Effny. (2026). Perbandingan 10 Desa/Kampung Wisata Berdasarkan 8 Kriteria, 23 Subkriteria, dan 79 Indikator Desa Wisata. QAWIUN : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2(1), 80–96. https://doi.org/10.61104/qw.v2i1.822

Issue

Section

Articles