Hiperrealitas dalam Penggunaan Filter Wajah di Media Sosial pada Representasi Identitas Digital
DOI:
https://doi.org/10.61104/qw.v2i1.788Keywords:
Hyperreality; Face Filters; Digital Identity; Social MediaAbstract
Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun dan merepresentasikan identitas diri di ruang digital. Penggunaan filter wajah pada platform seperti Instagram dan TikTok memungkinkan pengguna memodifikasi tampilan visual secara instan sehingga menciptakan representasi diri yang tidak selalu mencerminkan realitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penggunaan filter wajah dalam membentuk identitas digital melalui perspektif teori hiperrealitas Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter wajah berfungsi sebagai simulakra yang menghasilkan identitas digital yang ideal dan estetis, sehingga individu cenderung menginternalisasi citra digital sebagai bagian dari identitas dirinya. Fenomena ini menyebabkan kaburnya batas antara realitas dan simulasi, serta mendorong terbentuknya standar kecantikan hiperreal, ketergantungan terhadap validasi sosial, dan munculnya kesenjangan antara identitas nyata dan identitas digital. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang representasi, tetapi juga ruang produksi realitas berbasis citra yang membentuk identitas secara konstruktif, performatif, dan dinamis dalam masyarakat digital.
References
Ampur, A., Toanubun, E., Weking, E. L., Naklui, M. S. F., & Daro, M. V. (2025). Hiperrealitas Media Sosial: Pembentukan Identitas Diri Anak Muda dalam Simulakra Digital dalam Lensa Teori Hiperrealitas Jean Baudrillard. Prosiding Seri Filsafat Teologi, 35(34). https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v35i34.273
Anggoro, B. D., Krisnanda, V. S., Wijayaputra, Y. I. A., & Prasojo, A. A. (2025). Hiperrealitas Orang Muda di Era Digital dalam Perspektif Jean Baudrillard. Prosiding Seri Filsafat Teologi, 35(34). https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v35i34.277
Baudrillard, J. (1994). Simulacra and Simulation. University of Michigan Press.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Choukas-Bradley, S., Roberts, S. R., Maheux, A. J., & Nesi, J. (2023). The perfect storm: A developmental-sociocultural framework for the role of social media in adolescent girls’ body image concerns and mental health. Clinical Child and Family Psychology Review, 25(4), 681–701. https://link.springer.com/article/10.1007/s10567-022-00404-5
Duffy, B. E., & Wissinger, E. (2017). Mythologies of Creative Work in the Social Media Age: Fun, Free, and “Just Being Me.” International Journal of Communication, 11, 4652–4671.
Ellyana, P. D. (2025). Literature Review: Hiperrealitas Komunikasi Gen Z dalam Media Sosial. PROMEDIA (Public Relation dan Media Komunikasi), 11(1), 215–246. https://doi.org/10.52447/promedia.v11i1.8312
Fardouly, J., Willburger, B. K., & Vartanian, L. R. (2018). Instagram use and young women’s body image concerns and self-objectification: Testing mediational pathways. New Media & Society, 20(4), 1380–1395. https://doi.org/10.1177/1461444817694499
Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Doubleday Anchor Books.
Kleemans, M., Daalmans, S., Carbaat, I., & Anschütz, D. (2018). Picture perfect: The direct effect of manipulated Instagram photos on body image in adolescent girls. Media Psychology, 21(1), 93–110. https://doi.org/10.1080/15213269.2016.1257392
Kurniawan, D. A., Pratiwi, A. L., Wulandari, T., Salsabila, R. A., & Mulyono, E. (2025). Simulakra dan Hiperrealitas dalam Ruang Digital: Peran Influencer TikTok terhadap Konstruksi Citra serta Keputusan Pembelian Produk Kecantikan pada Generasi Z. An-Nas: Jurnal Humaniora, 9(2), 268–289
Maharani, R. P., Rahmawati, U., & Novitasari, D. (2022). Hiperrealitas Pengguna TikTok: Studi Kasus pada Anak-anak di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.54895/jkb.v3i1.861
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Piliang, Y. A. (2019). Dunia yang dilipat: Tamasya melampaui batas-batas kebudayaan. Matahari.
Santoso, B., Pratiwi, T., Damayanti, E., & Manurung, A. S. (2025). Representasi Kehidupan Ideal dan Tekanan Sosial di Instagram: Strategi Pencitraan Diri di Kalangan Anak Muda. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(12). https://www.ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/article/view/1858
Situmeang, M. K., Mentari, & Mawaddah. (2025). Simulasi Realitas: Phubbing dan Hiperrealitas pada Generasi Z di Kota Banda Aceh. Jurnal Sosiologi USK: Media Pemikiran & Aplikasi, 19(1), 116–132. https://doi.org/10.24815/jsu.v19i1.46535
Tiggemann, M., & Anderberg, I. (2020). Social media is not real: The effect of ‘Instagram vs reality’ images on women’s social comparison and body image. New Media & Society, 22(12), 2183–2199. https://doi.org/10.1177/1461444819888720
Valentinus, F. S., Syukur, Y., Naban, M. R., Betu, M. A., & Ratman, V. F. (2025). Kekalahan Subjek Kaum Muda dalam Media Sosial: Tinjauan Berdasarkan Konsep Hiperrealitas Jean Baudrillard. Prosiding Seri Filsafat Teologi, 35(34). https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v35i34.270
Yusuf, A. (2025). Digital Identity on Social Media: A Social Construction of Technology Based Systematic Analysis. Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam, 8(2). https://doi.org/10.22373/ddybd763
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Rahma Vadila, Nara Zatty, Meisy Novianti, Vieronica Varbi Sununianti, Istiqomah, Deni Aries Kurniawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






