Gender Washing Kebijakan Transportasi Publik: Analisis WPR Respons Menteri PPPA terhadap Tragedi KRL Bekasi Timur 2026

Authors

  • Nabila Fitria Ariyanti Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Adinda Sekar Kinanthi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Efrida Primani Sunarto Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Nurdin Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Fullah Jumaynah Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61104/qw.v2i1.1110

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana respons Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terhadap tragedi KRL Bekasi Timur tahun 2026 merepresentasikan persoalan keselamatan transportasi publik dan menilai apakah respons tersebut mencerminkan pengarusutamaan gender atau praktik gender washing. Tragedi yang menewaskan penumpang perempuan di gerbong khusus wanita tersebut memicu perdebatan publik mengenai hubungan antara kebijakan segregasi gender dalam transportasi dan keselamatan penumpang. Pasca kecelakaan, Menteri PPPA mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta. Usulan tersebut menuai kritik karena dinilai tidak menyentuh akar persoalan kecelakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis dan kerangka What's the Problem Represented to Be? (WPR) dari Bacchi. Data diperoleh dari pernyataan Menteri PPPA, dokumen kebijakan, pemberitaan media, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usulan kebijakan tersebut merepresentasikan tragedi terutama sebagai persoalan penempatan ruang perempuan, bukan sebagai kegagalan sistem keselamatan transportasi. Representasi ini dibangun atas asumsi kerentanan perempuan dan mendorong solusi berbasis segregasi ruang sehingga mengalihkan perhatian dari persoalan struktural, seperti standar keselamatan, akuntabilitas operasional, dan tanggung jawab institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa respons tersebut menunjukkan kecenderungan gender washing serta menegaskan pentingnya pengarusutamaan gender yang transformatif melalui reformasi struktural dalam sistem keselamatan transportasi publik.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Ardianti, R. (2023). Representasi perempuan sebagai objek kebijakan: Analisis wacana kebijakan perlindungan perempuan di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2, 105–121. https://doi.org/10.22146/jsp.74821

Bacchi, C. L. (2009). Analysing policy: What's the problem represented to be? Pearson.

Bacchi, C., & Eveline, J. (2010). Approaches to gender mainstreaming: What's the problem represented to be? In C. Bacchi & J. Eveline (Eds.), Mainstreaming politics: Gendering practices and feminist theory (pp. 111–135). University of Adelaide Press.

Caywood, K., & Darmstadt, G. L. (2024). Gender mainstreaming at 25 years: Toward an inclusive, collaborative, and structured research agenda. Journal of Global Health, 14, 04011. https://doi.org/10.7189/jogh.14.04011

CNBC Indonesia. (2026, April 28). Ini sejarah & alasan ada gerbong kereta khusus perempuan. https://www.cnbcindonesia.com/research/20260428140457-128-730576/ini-sejarah-alasan-ada-gerbong-kereta-khusus-perempuan

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Pustaka Pelajar.

Databoks. (2026, April 29). Update korban kecelakaan kereta Bekasi: 16 orang meninggal. Katadata. https://databoks.katadata.co.id/transportasi-logistik/statistik/69f1effe43cb0/update-korban-kecelakaan-kereta-bekasi-16-orang-meninggal-ini-namanya

Detik. (2026a, April 28). Menteri PPPA usul gerbong wanita dipindah ke tengah usai tabrakan kereta Bekasi. https://news.detik.com/berita/d-8464992/menteri-pppa-usul-gerbong-wanita-dipindah-ke-tengah-usai-tabrakan-kereta-bekasi

Detik. (2026b, April 29). Korban meninggal kecelakaan kereta di Bekasi bertambah jadi 16 orang. https://news.detik.com/berita/d-8466498/korban-meninggal-kecelakaan-kereta-di-bekasi-bertambah-jadi-16-orang

Detik. (2026c, April 29). Sejarah gerbong KRL khusus wanita dan kenapa posisinya di ujung. https://news.detik.com/berita/d-8466900/sejarah-gerbong-krl-khusus-wanita-dan-kenapa-posisinya-di-ujung

ECOSOC AC 1997,2.DOC. (n.d.). The United Nations. Retrieved June 18, 2026, from https://www.un.org/womenwatch/osagi/pdf/ECOSOCAC1997.2.PDF

Fauzi, A., & Nugroho, H. (2019). Kebijakan transportasi publik dan ketimpangan gender di perkotaan Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 30(2), 80–97. https://doi.org/10.5614/jpwk.2019.30.2.1

Gender Mainstreaming: An Overview. (2002). United Nations Office of the Special Adviser on Gender Issues and Advancement of Women. United Nations.

Hak konstitusional warga negara atas keselamatan transportasi publik: Perspektif hukum dan kebijakan. (n.d.). Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(1), 38–57. https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no1.3138

KabarPenumpang. (2026, April 30). Polemik gerbong khusus wanita: KAI pastikan susunan rangkaian KRL tidak berubah dan sudah ada landasan hukumnya. https://www.kabarpenumpang.com/polemik-gerbong-khusus-wanita-kai-pastikan-susunan-rangkaian-krl-tidak-berubah-dan-sudah-ada-landasan-hukumnya/

Kompas. (2026, April 30). Apa jadinya jika gerbong perempuan dipindah ke tengah? Pengamat singgung 3 risiko. https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/30/133000465/apa-jadinya-jika-gerbong-perempuan-dipindah-ke-tengah-pengamat-singgung-3

Konsep dan teknik penelitian gender. (2017). UMM Press.

Luthfiandana, R., Santioso, L. L., Febrian, W. D., & Soehaditama, J. P. (2024). Qualitative research concepts: Phenomenology, grounded theory, ethnography, case study, narrative. Siber Journal of Advanced Multidisciplinary, 2(1), 26–36.

Mubarok, M., & Suparman, N. (2019). Public transport policy specifically for women: Creating gender-responsive transport services. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 35(2), 284–293. https://doi.org/10.29313/mimbar.v35i2.5305

Nugroho, R. (2008). Gender dan strategi pengarusutamaannya di Indonesia. Pustaka Pelajar.

Pramudyawardani, B., & Pratiwi, N. L. (2021). Transportasi publik berperspektif gender: Studi atas kebijakan dan implementasi di Indonesia. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 26(2), 125–148. https://doi.org/10.7454/mjs.v26i2.11976

Rahayu, W. K. (2016). Analisis pengarusutamaan gender dalam kebijakan publik (Studi kasus di BP3AKB Provinsi Jawa Tengah). JAKPP: Jurnal Analisis Kebijakan dan Pelayanan Publik, 2(1), 95–108. https://doi.org/10.31947/jakpp.v2i1.1524

Salsabilla, H., Sri Kartini, D., & Bintari, A. (2025). Evaluation of gender responsive policy in provision of special women's carriages on the Jabodetabek commuter line in 2024–2025. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 8(2), 66–78.

Saliman, J., & Putranto, L. S. (2020). Kajian manfaat gerbong khusus wanita di KRL Commuter Line Jabodetabek. Jurnal Mitra Teknik Sipil, 3(4), 1–10. https://doi.org/10.24912/jmts.v3i4.8398

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulastri, E. (2020). Path dependency dalam kebijakan gender di Indonesia: Antara komitmen formal dan praktik institusional. Jurnal Politik, 6(1), 55–78. https://doi.org/10.7454/jp.v6i1.273

Downloads

Published

2026-07-29

How to Cite

Nabila Fitria Ariyanti, Adinda Sekar Kinanthi, Efrida Primani Sunarto, Nurdin, & Fullah Jumaynah. (2026). Gender Washing Kebijakan Transportasi Publik: Analisis WPR Respons Menteri PPPA terhadap Tragedi KRL Bekasi Timur 2026 . QAWIUN : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2(1), 517–527. https://doi.org/10.61104/qw.v2i1.1110

Issue

Section

Articles