Dampak Sosial Penambangan Ilegal Terhadap Disonansi Ekologis Satwa Gajah di Kecamatan Pante Ceuremen Aceh Barat

Authors

  • Vidya Murni Universitas Teuku Umar
  • Malawati Universitas Teuku Umar
  • Inkan Safitri Universitas Teuku Umar
  • Jumaini Universitas Teuku Umar
  • Zahara Azizah Universitas Teuku Umar
  • Ulvahmi Universitas Teuku Umar
  • Suci Daramika Universitas Teuku Umar
  • Zurayda Universitas Teuku Umar
  • Sopar Universitas Teuku Umar

DOI:

https://doi.org/10.61104/qw.v2i1.1076

Abstract

Aktivitas pertamabngan ilegal menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak terhadap kerusakan ekosistem dan habitat satwa liar. Di kecamatan Pante Ceuremen, Kabupaten Aceh Barat, aktivitas ini diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong gajah keluar dari habitat alaminya dan memasuki kawasan pemukiman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial pencurian ilegal terhadap disonansi ekologis satwa gajah di Kecamatan Pante Ceuremen, Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan wawancara kepada masyarakat setempat serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan ilegal menyebabkan kerusakan habitat hutan yang signifikan, sehingga mendorong gajah keluar dari habitat alaminya dan masuk ke kawasan pemukiman warga untuk mencari sumber makanan. Kondisi ini memicu disonansi antara manusia dan gajah, yang ditandai dengan rusaknya lahan pertanian serta munculnya rasa takut di kalangan masyarakat. Di sisi lain, aktivitas pertambangan ilegal tetap berlangsung karena menjadi salah satu sumber penghidupan ekonomi masyarakat lokal. Temuan ini juga menunjukkan bahwa fenomena tersebut tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi masyarakat yang bergantung pada aktivitas pertambangan ilegal sebagai sumber mata pencaharian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas penambangan ilegal tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mempengaruhi dinamika sosial dan hubungan antara manusia dengan satwa liar.

References

Annisa, N., Lestary, S., Adinda, P., Salma, A., & Varbi, V. (2026). Krisis Ekologis dalam Konflik Manusia dan Gajah akibat Kebijakan Tata Ruang di Sumatera Selatan Perspektif Habermas. 4, 4048–4054.

Arifin, M. Z., Pratama, M. F., Mutmainnah, U. K., Ramadhan, M. S., & Rasyid, M. (2023). Revitalisasi Konservasi Gajah Sumatera di Way Kambas dan Perlindungan Gajah yang Diambang Kepunahan. Jurnal Thengkyang, 8(1), 30–47.

Berliani, K. (2022). Upaya komprehensif dalam penanggulangan konflik manusia & gajah. Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi Dan Kependidikan, 10(2), 12–22.

Febryano, I. G., Winarno, G. D., RUSITA, R., & Yuwono, S. B. (2020). MITIGASI KONFLIK GAJAH & MANUSIA DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS. Edisi refisi. Cetakan kedua. Aura.

Hanum, C. M., Kiswayadi, D., & Ramadhan, I. (2022). Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Mitigasi Konflik Manusia-Gajah di Unit Pemukiman Transmigrasi Paya Guci Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(2), 227–234.

Nofiandi, R., & Hamzah, H. (2023). STATUS KEBERLANJUTAN HABITAT GAJAH SUMATERA (Elephas max imus sumatranus) DI BENTANG ALAM BUKIT TIGA PULUH PROVINSI JAMBI.

Panjaitan, F. (2022). Mitigasi Konflik Gajah dan Manusia di Desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. digilib.unila.ac.id. https://digilib.unila.ac.id/67917/

Pratiwi, P., Rahayu, P. S., Rizaldi, A., Iswandaru, D., & Winarno, G. D. (2020). Persepsi Masyarakat terhadap Konflik Manusia dan Gajah Sumatra ( Elephas maximus sumatranus Temminck 1847 ) di Taman Nasional Way Kambas. 8(1), 98–108.

Sutrisno, S., & Halisasimi, H. (2026). MITIGASI KONFLIK GAJAH-MANUSIA PASCA BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI KABUPATEN ACEH TENGAH. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 20(1), 1–15.

Yudha, D. R. P. (2020). Persepsi Konflik Manusia Gajah Di Desa Melibur Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Universitas Lancang Kuning.

RRI Meulaboh. (2026, 27 Maret). WRU BPBD Aceh Barat Halau Gajah Liar di Permukiman Trans Lango. Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id/meulaboh/regional/2289492/wru-bpbd-aceh-barat-halau-gajah-liar-di-permukiman-trans-lango

Wisnu. (2023, 30 Januari). Gangguan Gajah Liar, Perkebunan Sawit Warga Seumantok Aceh Barat Rusak. Aktual. https://aktual.com/gangguan-gajah-liar-perkebunan-sawit-warga-seumantok-aceh-barat-rusak/

Manik, K. E. S. (2016). Pengelolaan lingkungan hidup. Kencana.

Pongtuluran, Y. (2015). Manajemen sumber daya alam dan lingkungan (Edisi revisi). Penerbit Andi.

Downloads

Published

2026-07-28

How to Cite

Vidya Murni, Malawati, Inkan Safitri, Jumaini, Zahara Azizah, Ulvahmi, Suci Daramika, Zurayda, & Sopar. (2026). Dampak Sosial Penambangan Ilegal Terhadap Disonansi Ekologis Satwa Gajah di Kecamatan Pante Ceuremen Aceh Barat. QAWIUN : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 2(1), 503–509. https://doi.org/10.61104/qw.v2i1.1076

Issue

Section

Articles